detikNews
Senin 31 Desember 2018, 07:50 WIB

Kaleidoskop 2018

Pilgub Jatim 2018: Akhirnya, Khofifah Menang

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Pilgub Jatim 2018: Akhirnya, Khofifah Menang Foto: Zaenal Effendi
Surabaya - Drama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 begitu menarik untuk disimak. Sebab Khofifah Indar Parawansa akhirnya unggul dalam kontestasi ini setelah tiga kali mencalonkan diri.

Dan di kali ketiga ini Mantan Menteri Sosial tersebut akhirnya dapat mengalahkan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang juga calon petahana.

Drama sudah dimulai sejak akhir tahun 2017 atau ketika pasangan calon masing-masing baru dibentuk. Awalnya Gus Ipul memperkenalkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai wakilnya.

Meski menjabat di kabupaten ujung timur Pulau Jawa, namun nama Anas cukup tersohor lantaran berhasil meraih berbagai penghargaan tingkat nasional hingga internasional di bidang pemerintahan.

Anas yang dinilai cerdas juga digadang-gadang mampu meraup suara generasi milenial. Selain itu, berbagai inovasi dan ide segar Anas dalam memperkenalkan potensi Banyuwangi, disebut bisa dituangkan dalam skala lebih besar, yaitu di Jatim.

Pilgub Jatim 2018: Akhirnya, Khofifah MenangFoto: Grandyos Zafna

Tak mau ketinggalan, kubu Khofifah pun mulai memperkenalkan wakilnya. Tak kalah cerdas, wakil Khofifah diisi oleh Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak. Selain muda, suami selebriti Arumi Bachsin ini juga berprestasi.

Emil dikenal berhasil membawa banyak perubahan di Trenggalek, kendati menjadi pasangan bupati-wakil bupati termuda di Indonesia bersama Mochamad Nur Arifin. Selain itu, Emil yang masih muda dinilai bisa menjadi magnet untuk meraup suara dari milenial.

Namun sayang, euforia itu tak berlangsung lama. Di awal tahun 2018, kubu Gus Ipul-Anas diserang isu tak sedap. Beberapa foto lama Anas yang memperlihatkan dirinya di mobil dengan seorang wanita tersebar. Anas pun mundur perlahan dalam perebutan kursi politik di Jatim dan memilih fokus memajukan Banyuwangi.

Nama-nama tokoh pun mulai disodorkan untuk menjadi pendamping Gus Ipul, mulai dari Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Bupati Ngawi Budi Sulistyono alias Kanang, hingga Wasekjen PDIP Ahmad Basarah.

Namun yang mengejutkan, di detik-detik terakhir pengumuman pasangan calon, Gus Ipul akhirnya resmi menggandeng Puti Guntur Soekarno, anggota DPR RI yang juga cucu Proklamator Bung Karno. Puti dinilai menjadi figur yang nasionalis dan cocok bersanding dengan Gus Ipul yang religius.

Perang ide dan gagasan pun dimulai. Pasangan Khofifah-Emil menduduki nomor urut 1 dengan visinya yang bertajuk Nawa Bhakti Satya, sementara Gus Ipul-Mbak Puti ada di nomor urut 2 dengan 9 program unggulan mulai dari Dik Dilan (Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan) hingga Seribu Dewi (Seribu Desa Wisata).

Panasnya Debat Pilgub Jatim

Dalam Pilgub Jatim, debat paslon digelar selama tiga putaran. Putaran pertama bertemakan Kesejahteraan Rakyat dihelat pada Selasa (10/4/2018), debat putaran kedua mengusung tema Ekonomi dan Pembangunan yang digelar Selasa (8/5/2018), dan debat pamungkas dengan tema Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, pada Sabtu (23/6/2018).

Menariknya, pada debat terakhir, kedua paslon diharuskan menjawab dengan berbahasa Jawa. Debat pun berlangsung cukup seru. Keduanya saling beradu gagasan dan performa terbaiknya.

Penonton disajikan saat Khofifah dan Gus Ipul berbicara bahasa Jawa campuran dengan Bahasa Indonesia. Bahkan di beberapa kesempatan, keduanya juga mencampur dengan Bahasa Jawa Ngoko (kasar).

"Kulo besyukur Jawa Timur niki gadah kathah pihak-pihak swasta ingkang kerso ndamel pelayanan bencana kalih Pemerintah propinsi Jawa Timur. Swasta-swasta ini punya hubungan sing cedek kalih pemerintah. Tiap tiga bulan ngumpul mbahas macem-macem yang bisa di...yang saget damel antisispasi lek wonten bencana," ujar Gus Ipul saat menjawab soal penanganan bencana.

Pilgub Jatim 2018: Akhirnya, Khofifah MenangFoto: Zaenal Effendi

Sementara Khofifah menanggapi pertanyaan tentang pusat data di pemerintahan yang berbeda-beda, yang membuat pemerintah sulit untuk mencocokkan data dengan baik. Pertanyaan ini dijawab Khofifah dengan tutur Jawa.

"Kala wau pertanyaan niku sami dilontarkan panelis. Bahwa dinten meriko sesungguhnya banyak negoro-negoro lintu sampun milai industri sekawan titik nol. Lah meniko sedadosipun datanipun integrasikan," kata Khofifah.

Tak hanya itu, beberapa kali pasangan calon melakukan serangan kepada lawannya. Wakil Khofifah, Emil Dardak juga beberapa kali menyerang cawagub lawannya, Puti Guntur Soekarno. Salah satunya adalah soal pembahasan mengenai efisiensi anggaran.

"Efisiensi menjadi kunci untuk mengurangi beban anggaran. Anggaran yang tidak perlu, harus dihilangkan," kata Puti.

Emil tidak setuju dengan jawaban Puti. "Kami sudah merasakan menganggarkan sendiri. Melakukan efisiensi, kami sudah lakukan," sindirnya.

Hal menarik dalam debat ini juga terjadi saat Khofifah menyanjung kepemimpinan Soekarwo saat menjadi gubernur. Ia melempar pujian untuk Pakdhe Karwo soal pelayanan publik.

"Saya mengapreasiasi kinerja pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Pakde Karwo yang berhasil memberikan pelayanan publik yang maksimal. Tentu harus dikonfirmasi kembali untuk kembali bisa melayani masyarakat semakin lebih baik," tutur Khofifah.

Pilgub Jatim 2018: Akhirnya, Khofifah MenangFoto: Deny Prastyo Utomo/File

Pernyataan Khofifah langsung disambar Gus Ipul. Dia mengingatkan, wakil Pakdhe Karwo adalah dirinya. Ini seakan mengesankan, dengan Khofifah menyanjung Pakde Karwo, itu berarti dia juga memuji Gus Ipul sebagai wakilnya.

"Terima kasih, yang terakhir tadi mengapresiasi kinerja Pak Gubernur, dan itu Wakilnya saya," kata Gus Ipul disambut keriuhan penonton dalam debat itu.

Pada akhir segmen, pasangan calon diminta untuk memberikan closing statement. Khofifah meminta restu kepada masyarakat Jawa Timur. "Kami mohon doa kami mohon pangestu, mudah-mudahan kami mendapat akan mendapat kepercayaan masyarakat Jawa Timur," kata Khofifah.

Sementara Gus Ipul dan Puti bergantian berbicara. Gus Ipul meminta dukungan masyarakat Jatim untuk memilihnya dan Puti. Namun dia juga sempat menyampaikan harapan agar program-programnya bisa difasilitasi apabila Khofifah-Emil yang memenangkan Pilgub Jatim.

"Kalau Bu Khofifah yang menang, kita titpkan aspirasi kita. Tapi jika saya yang menang tidak akan ada lagi nomor satu, nomor dua. Semua warga Jawa Timur Kabeh Sedulur Kabeh Makmur," kata Gus Ipul.

Khofifah Menangkan Pilgub Jatim

Setelah 'menanti' selama 10 tahun, Khofifah Indar Parawansa akhirnya berhasil menduduki kursi Jatim 1 setelah gagal dalam dua pilkada sebelumnya.

Pilgub Jatim 2018 merupakan kali ketiga Khofifah maju sebagai cagub. Pada pilgub kali ini, Khofifah bersama Emil Dardak diusung oleh Partai Demokrat, Golkar, NasDem, PPP, Hanura, dan PAN.

Khofifah-Emil mengalahkan pasangan lawannya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno yang diusung oleh PDIP, PKB, PKS, dan Partai Gerindra. Dalam dua Pilgub sebelumnya, Khofifah dikalahkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Namun di Pilgub 2018, Khofifah didukung Soekarwo, yang selama dua kali pilgub merupakan lawannya. Ini lantaran pria yang akrab disapa Pakdhe Karwo itu merupakan Ketua DPD Demokrat. Di Pilgub Jatim sekarang, Pakdhe Karwo memberikan dukungan kepada Khofifah.

Pilgub Jatim 2018: Akhirnya, Khofifah MenangKhofifah di malam pengumuman kemenangannya. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/File)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim secara resmi menetapkan paslon nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim setelah mengumpulkan hasil perolehan suara Khofifah-Emil yang mencapai 53,55 persen atau 10.465.218 suara.

"Jumlah suara pasangan calon nomor urut 1 sebanyak 10.465.218 atau 53,55 persen dari jumlah suara sah atas nama Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan wakil Gubernur terpilih Jatim," ujar Ketua KPU Jatim Eko Sasmito saat membacakan surat keputusan di Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pilgub Jatim, Selasa (24/7/2018).

Khofifah kemudian mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak, mulai aparat kepolisian dan TNI yang turut mengamankan hingga masyarakat yang dewasa dalam berpolitik.

"Kerja keras semua elemen, terutama dari jajaran kepolisian, TNI, dan seluruh penyelenggara pilkada. Kedewasaan masyarakat akhirnya pilkada di Jatim berjalan dengan sangat penuh hangat, pendewasaan politik, kekerabatan dan saling menghargai," katanya.

Selain syukur, dalam pidato kemenangannya, Khofifah menyampaikan salam kepada rivalnya di Pilgub Jatim, Gus Ipul. Ia juga memberi apresiasi bagi partai-partai pendukung Gus Ipul-Puti.

"Saya dan mas Emil juga bersama-sama menyampaikan salam hormat kepada saudara kami paslon no 2 Gus Ipul dan Mbak Puti dan seluruh partai pendukung," sebut Khofifah.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed