Puluhan Ribu Pendekar PSHT Galang Dana Tsunami Banten dan Berdzikir

Charolin Pebrianti - detikNews
Minggu, 30 Des 2018 14:08 WIB
Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - 46.160 Pendekar dari Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) Ponorogo galang dana dan doa bersama bagi korban bencana tsunami Banten. Bertempat di Alun-Alun Ponorogo, seluruh pendekar berkumpul melaksanakan perhelatan Bumi Reog Berdzikir (BRB) sebagai penutup tahun.

"Ini merupakan agenda tahunan para pendekar PSHT cabang Ponorogo di penghujung tahun, kali ini agak berbeda karena bangsa Indonesia selama satu tahun terakhir ditimpa banyak bencana," tutur Muhammad Anam Ardiansyah selaku Humas BRB, Minggu (30/12/2018).

Menurutnya, kegiatan ini diperuntukkan bangsa Indonesia agar tidak lagi ditimpa bencana. Sebab sepanjang tahun 201, Indonesia banyak mengalami bencana mulai dari gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Donggala dan Palu dan terakhir tsunami di Banten.

"Kami berharap kepada para korban semoga khusnul khotimah dan yang ditinggalkan bisa tabah dan sabar," terangnya.


Tidak hanya galang dana dan doa bersama, lanjut Anam, para pendekar ini juga melakukan pemecahan rekor dzikir dan gerakan kolosal pencak silat dengan peserta pendekar terbanyak oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

"Kami juga melakukan deklarasi damai untuk menyongsong tahun politik 2019 mendatang, agar pemilu bisa berjalan, damai, lancar, aman dan sejuk," imbuhnya.

Sementara Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menjelaskan selama kegiatan pihaknya bakal melakukan pengamanan. Terutama di 2 titik yang dianggap rawan.

"2 Titik yang dijaga ketat yakni di Balong dan Jeruksing nanti ditempatkan personel di sana," terang Radiant.

Pelaksanaan kegiatan berdzikir bersama nanti, lanjut Radiant, diperkirakan mencapai 30 ribu pendekar PSHT dari 21 ranting dan 5 komisariat cabang Ponorogo.

"Kegiatan dilaksanakan tanggal 30 Desember 2018 mendatang," tandasnya.

Guna menjaga keamanan dan kenyamanan saat kegiatan berlangsung, kapolres pun mengimbau kepada 1.100 personel berjaga-jaga mengantisipasi adanya kerusuhan antar pendekar.

Selain itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ia juga melarang membawa tongkat, miras, narkoba dan senjata tajam. Selama konvoi menuju alun-alun Ponorogo, konvoi juga dikawal oleh anggota Polri, TNI, Forum Komunikasi Pencak Silat dan Beladiri (FKPSB), Korlap dan Pendekar Lalu Lintas.

"Ini dikhususkan untuk wilayah Ponorogo saja, pendekar wilayah lain tidak bisa ikut," imbuh dia.

Kapolres menambahkan nantinya selesai acara para pendekar dilarang melakukan konvoi, sebab menjaga kenyamanan dan keamanan dalam berlalu lintas.

"Tidak hanya berdzikir bersama, kami juga bakal melakukan deklarasi damai jelang pemilu 2019 sekaligus menjaga keamanan di lingkungan rumah masing-masing," pungkas dia.


Simak Juga 'Potret Pantai Anyer Pasca-Tsunami':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)