Anggota TNI Ikut Diperiksa Terkait Penipuan Rekrutmen Polri di Ngawi

Sugeng Harianto - detikNews
Sabtu, 29 Des 2018 20:43 WIB
Foto: Sugeng Harianto/File
Ngawi - Seorang anggota TNI ikut dimintai keterangan Satreskrim Polres Ngawi soal kasus penipuan rekrutmen Polri. Anggota TNI berdinas di Ngawi itu berstatus sebagai saksi.

"Kalau yang teman TNI itu sementara kita jadikan saksi. Sudah kita periksa dan mintai keterangan. Dia hanya saksi loh ya," terang Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Indra Najib saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/12/2018).

Menurut Indra, anggota TNI itu sudah dua kali dimintai keterangan. Diduga berperan sebagai penampung uang sebagai syarat lolos rekrutmen.

Selain mengalir ke tersangka Ferry Syahputra Hasibuan (28), warga Ketapang, Kecamatan Sampit, Medan, Sumatera Utara, lanjut Indra, sebagian korban menyerahkan uang transfer ke nomor rekening oknum TNI ini.


"Korban ada yang mentransfer ke tersangka, ada juga pengakuan tersangka uang masuk ke rekening M ini," ungkapnya.

Terkait aliran uang ke rekening oknum itu, kata Indra, pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kalau ke M itu kita belum pastikan ada atau tidak infonya uang apa juga masuk ke Fery atau digunakan pribadi untuk dimiliki sendiri atau disetor ke Fery. Ini kita masih kembangkan," tegasnya.

19 Remaja di Jawa timur telah menjadi korban penipuan rekrutmen anggota polisi dari seseorang yang mengaku anggota Mabes Polri. Kepada para korban, pelaku mematok harga pendidikan bintang sebesar Rp 550 juta.

Sedangkan untuk pendidikan Akpol dipungut biaya sebesar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. Pelaku mengaku setelah korban membayar, maka nama korban bisa dimasukkan ke sekolah pendidikan Polri dengan status siswa susulan. Para korban dari Ngawi, Magetan, Madiun, Trenggalek, Tulungagung serta kota lain di Jatim. (fat/fat)