Banyuwangi Kini Miliki Destinasi Wisata Petik Buah Naga

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 29 Des 2018 19:16 WIB
Foto: Ardian Fanani
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi bertambah. Terbaru telah dilaunching Agro Wisata Buah Naga di Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Obyek wisata ini dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ringin Banyuwangi.

Pembukaan obyek wisata ini digelar satu paket dengan Festival Buah Naga, Sabtu (29/12/2018).

Di sini wisatawan dapat memetik langsung buah naga dari pohonnya. Pengunjung bahkan dapat membeli olahan serba buah naga. Mulai dari mie buah naga, syrup buah naga dan olahan lain berbahan dasar buah naga.

Menurut Ketua Pelaksana Festival Buah Naga, Yudhi Anggara, kegiatan ini sebagai langkah ini untuk mengenalkan potensi desanya yang memiliki agro wisata. Bekerjasama dengan petani muda buah naga, diharapkan destinasi baru ini bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar.

"Semoga kelak menjadi agenda tahunan. Dengan cara ini mudah-mudahan perekonomian Desa Pesanggaran dapat terangkat," jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Arif Setiawan mengatakan, inisiatif menjadi petani muda harus diapresiasi. Karena Dispertan telah berkolaborasi dengan ASC untuk bertani menggunakan teknologi informasi.

"Ini untuk mengangkat potensi daerah agar produk-produk lokal dikenal secara luas," tukasnya.

Kedepan, lanjut Arif, pada 2019 ada 99 festival yang digeber Pemda Banyuwangi. Dan Festival Buah Naga di Desa Pesanggaran hendaknya dikemas lebih menarik.

"Konsep acaranya bisa digelar di tengah kebun naga. Karena ini yang perdana, digelar seperti ini sudah luar biasa. Setidaknya, konsep itu sudah digagas 6bulan sebelumnya. Lalu acaranya tanpa tenda sehingga pengunjung bisa langsung menuju lokasi kebun naga," pujinya.

Sekarang di Bumi Blambangan terdapat 16 ribu hektar kebun jeruk dan buah naga. Ini yang terluas di Pulau Jawa. Maka petani harus kolaborasi dengan membuka pasar di luar kota termasuk ekspor.

"Pemerintah sedang menjajaki. Syarat pasar ekspor buah naganya organik. Kalau digibro tak diminati," tegas Arif.

Kegiatan ini didukung penuh oleh operator tambang emas Gunung Tumpangpitu, PT Bumi Suksesindo (BSI). PT BSI memberikan pendamping terhadap petani buah naga di wilayah sekitar. Konsep destinasi wisata ini merupakan terus pengembangan buah naga di kawasan tersebut.

Manager Corporate Social Responshibility (CSR) PT BSI, Tri Sakti Kurniawan, memaparkan bila di Balikpapan, Kalimantan Timur, buah naganya biasa-biasa saja. Di sini (Banyuwangi) justru luar biasa.

"Ada yang dibuat nasi goreng dan mie goreng oleh ibu - ibu. PT BSI membantu mengurus ijin dan menggelar pelatihan," katanya.

Dia berharap buah naga dan produk olahannya bisa mendunia seiring dibukanya rute penerbangan Banyuwangi - Kuala Lumpur. Mengingat lokasi agro satu arah menuju Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

"Tidak hanya pasar nasional, bisa saja nanti berkembang sampai internasional," harapnya. (fat/fat)