19 Pemuda Asal Jatim Jadi Korban Penipuan Perekrutan Anggota Polisi

Sugeng Harianto - detikNews
Sabtu, 29 Des 2018 15:13 WIB
Foto: Sugeng Harianto/File
Ngawi - Nasib sial menimpa 19 remaja di Jawa timur. Mereka menjadi korban penipuan perekrutan anggota polisi dari seseorang yang mengaku anggota Mabes Polri. Beruntung pelaku telah diamankan Polres Ngawi.

"Iya betul, untuk pelaku penipuan perekrutan anggota polri sudah kita amankan. Jumlah korban dari pengakuan tersangka ada 19 orang," terang Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Indra Najib saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/12/2018).

Pelaku yang mengaku anggota mabes polri kata Indra bernama Ferry Syahputra Hasibuan (28), warga Ketapang, Kecamatan Sampit, Medan, Sumatra Utara. Penangkapan tersangka dilakukan anggota Polsek Pasarkliwon, Polresta Surakarta, Senin (17/12).

"Pelaku berhasil diamankan saat beraksi di salah satu hotel di Solo, Senin (17/12) lalu. Terbongkarnya kasus ini berkat adanya laporan warga sekitar hotel. Mereka curiga dengan kegiatan yang dilakukan oleh Ferry, yakni melakukan pelatihan fisik kepada sejumlah korban itu di hotel," katanya.

Kasat mengungkapkan, karena pelapor korban di wilayah Ngawi dan sekitarnya, Polresta Surakarta telah melimpahkan ke Polres Ngawi. Dia menuturkan dari 19 korban, saat ini baru satu korban yang telah melapor ke Polres Ngawi.

"Infonya memang 19 korban dari Ngawi, Magetan, Madiun, Trenggalek serta kota lain di Jatim. Tapi yang melapor baru satu saja. Kita juga minta para korban lain untuk melapor jika merasa dirugikan," tuturnya.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa buku rekening tabungan atas nama Fery, serta sejumlah kwitansi pembayaran para korban. Dari hasil peyidikan awal, modus yang dilakukan komplotan pelaku adalah menjaring para calon siswa yang gagal dalam ujian masuk Polri tahun ini.

Kepada para korban, pelaku mematok harga untuk pendidikan bintang sebesar Rp 550 juta. Sedangkan untuk pendidikan Akpol dipungut biaya sebesar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. Pelaku mengaku setelah korban membayar, maka nama korban bisa dimasukkan ke sekolah pendidikan Polri dengan status siswa susulan.

Polres Ngawi masih melakukan pengembangan atas kasus penipuan yang kemungkinan bisa menemukan tersangka baru.



Tonton juga video 'Kepala Dusun di Lamongan Terciduk Jadi Calo PNS!':

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)