Pos Pam di Jombang Ajak Pengguna Jalan Tol Tangkal Hoax dan Golput

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 26 Des 2018 21:38 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Polres Jombang seakan tak kehabisan akal untuk mengkampanyekan anti hoax dan tidak golput saat Pemilu 2019. Salah satu kampanye tersebut melalui pos pengamanan (Pam) Operasi Lilin Semeru 2018 di jalan tol. Seperti apa?

Pos pam tersebut dibangun di rest area KM 695 jalur Surabaya-Madiun Tol Jombang-Mojokerto (Jo-Mo). Dari depan, pos pengamanan yang satu ini menampilkan desain kotak suara. Desain ponsel pintar juga disematkan sehingga terlihat artistik dan unik.

Bagian dalam pos pam seluas 6x3 meter persegi ini dibuat senyaman mungkin untuk menyambut para pengguna jalan tol. Banyak imbauan yang sengaja dipasang sebagai bentuk kampanye anti hoax dan jangan golput pada Pilpres 2019.

"Pos pam ini kami desain untuk menyampaikan pesan supaya masyarakat, khususnya generasi milenial bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos). Generasi milenial harus ikut menangkal berita hoax, jangan malah ikut menyebarkan hoax," kata Waka Polres Jombang Kompol Budi Setyono kepada detikcom, Rabu (26/12/2018).

Selain itu, lanjut Budi, pos pam yang satu ini untuk mengingatkan para pengguna jalan tol bahwa 17 April 2019 nanti Indonesia menggelar pesta demokrasi, yaitu Pilpres dan Pileg. Oleh sebab itu, di dalam pos pam dipenuhi imbauan terkait dengan Pemilu.

"Masyarakat supaya tidak lupa kalau 17 April 2019 ada Pemilu. Kami juga mengajak masyarakat supaya jangan golput," tegasnya.

Pos Pam di Jombang Ajak Pengguna Jalan Tol Tangkal Hoax dan GolputFoto: Enggran Eko Budianto

Tak kalah penting, kata Budi, pos pam ini dibuat untuk memanjakan para pemudik yang melalui Tol Jo-Mo. Sejumlah fasilitas disiapkan bagi para pemudik yang ingin melepas lelah.

Mulai dari kursi pijat elektrik, musala, hingga kafe yang menyediakan kopi dan teh. Tentunya seluruh fasilitas di pos ini gratis bagi para pemudik.

Para pemudik juga bisa berswafoto pada booth yang telah disediakan. Selain menjadi kenang-kenangan, foto selfie tersebut diharapkan bisa disebar luaskan sehingga membantu mengajak masyarakat lainnya untuk anti hoax dan tidak golput pada Pemilu 2019.

"Jalur tempat pos pam ini jalur tengkorak, rawan kecelakaan. Kami imbau para pemudik supaya istrirahat kalau capek. Karena mengemudi itu maksimal 2 jam, sedangkan Surabaya-Jakarta butuh waktu 10 jam," terangnya.

Di pos pam ini, tambah Budi, disiagakan 4 anggota Sat Lantas Polres Jombang untuk melayani para pengguna jalan tol. Petugas medis juga disiagakan untuk melayani pengguna jalan tol yang mengalami keluhan kesehatan.

"Juga untuk memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan," tandasnya. (bdh/bdh)