Warga Lamongan Temukan 4 Mortir Peninggalan Belanda

Eko Sujarwo - detikNews
Selasa, 25 Des 2018 13:50 WIB
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Warga Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan, geger. Pasalnya, seorang warga yang sedang membersihkan lahan di desa tersebut menemukan 4 mortir diduga peninggalan Belanda.

Informasi yang dihimpun, mortir ini awalnya ditemukan oleh Nurfaidin (41) dan Ponidi (30), keduanya warga Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran. Keduanya saat itu tengah membersihkan lahan milik Kasdono, warga setempat.


Pembersihan lahan ini dilakukan karena rencananya di lahan ini akan dibangun perumahan. "Ketika itulah, Pak Nurfaidin dan Pak Ponidi mendapatkan 1 buah mortir yang tertimbun tanah yang selanjutnya diangkat ke permukaan," kata Kepala Desa Sendangagung, Panut Supodo pada wartawan, Selasa (25/12/2018).

Setelah berhasil menemukan satu mortir dan mengangkatnya, Nurfaidin dan Ponidi pun melakukan pembersihan lahannya dan mula menggali lahan kembali di sekitar mortir. Di tengah penggalian kedua ini, lanjut Panut, mereka berdua menemukan kembali mortir tak jauh dari lokasi penemuan mortir yang pertama.

Warga Lamongan Temukan 4 Mortir Peninggalan BelandaLokasi penemuan mortir peninggalan Belanda/Foto: Eko Sudjarwo

"Tak sekali, tapi pada penggalian kedua, Pak Nurfaidin dan Pak Ponidi menemukan kembali 3 mortir tetapi belum berani untuk mengangkatnya dari timbunan tanah," jelas Panut yang datang ke lokasi setelah mendapat laporan penemuan mortir.

Panut menuturkan, setelah menerima laporan dari warga, pihaknya kemudian melaporkan penemuan warga ini ke kepolisian dan Koramil Paciran. Petugas yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi untuk mengamankan sekitar lokasi penemuan.


Sementara, Kapolsek Paciran, AKP Fandil pada wartawan mengungkapkan, ke-4 mortir tersebut saat ini masih berada di lokasi penemuan yang dipasang garis polisi. Fandil mengungkapkan, mortir temuan warga ini memiliki ukuran panjang 50 cm dan lebar 10 cm.

"Dengan kondisi mortir yang sangat berkarat tersebut, dimungkinkan bekas peninggalan penjajah pada zaman Belanda," jelas Fandil yang mengaku jika pihaknya masih menunggu Tim Gegana Polda Jatim untuk melihat dan memusnahkan mortir ini. (bdh/bdh)