Hasil Ekskavasi, Saluran Air Kuno di Pasuruan Dipastikan Masih Utuh

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 22 Des 2018 16:37 WIB
Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan ekskavasi struktur batu bata kuno yang ditemukan di lahan sawah milik warga Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Struktur batu bata itu dipastikan berupa saluran air tertutup.

Hasil ekskavasi pun menunjukkan bahwa struktur saluran air kuno tersebut dalam kondisi baik.

"Kami sudah menggali 15 titik ekskavasi, itu semua tersambung. Secara umum kondisi bangunannya masih utuh. Ada beberapa yang rusak tapi masih bisa dipugar karena modelnya sudah ada," kata Kepala Unit Penyelamatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto, Nugroho Harjo Lukito kepada detikcom, Sabtu (22/12/2018).


Nugroho menambahkan, selain menggali 15 titik ekskavasi, pihaknya juga menemukan dua struktur bata lain di lokasi yang berbeda. Namun bentuk dan ciri-cirinya sama dengan struktur bata yang ditemukan pertama kali.

"Kami juga menemukan dua struktur baru. Karakternya sama, berupa saluran air tertutup. Kemungkinan besar satu rangkaian," terangnya.

Meski demikian BPCB belum bisa memastikan fungsi saluran air tersebut. Dugaannya ada dua, antara saluran irigasi atau saluran air untuk petirtaan.

"Ini dibangun dari daratan tinggi ke daratan rendah. Kami belum memastikan pangkal dan ujung jaringan air ini. Masih dibutuhkan penelitian lagi," lanjutnya.

Hasil Eskavasi, Saluran Air Kuno di Pasuruan Dipastikan Masih UtuhFoto: Muhajir Arifin



Nugroho juga mengatakan, proses eskavasi akan dilakukan beberapa kali hingga mendapatkan bentuk detil bangunan. "Ekskavasi tahap awal ini akan kami kaji hasilnya. Awal tahun depan kami akan melanjutkan ekskavasi tahap dua," tandasnya.

BPCB juga belum memastikan dari masa kerajaan apa struktur bata yang merupakan jaringan air kuno tersebut. "Kemungkinan besar Majapahit," imbuhnya.

Selain ekskavasi, tim juga akan melakukan survei permukaan, survei lingkungan dan meminta keterangan sejumlah warga untuk mengungkap fakta-fakta yang belum diketahui.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Desa Candiwates, Ahmad Irfan, mengatakan warganya mendukung penuh kegiatan yang dilakukan BPCB. Pihaknya juga akan membantu mengamankan benda-benda yang ada di area ekskavasi.

"Warga mendukung kegiatan ini karena berharap bisa diperbaiki (dipugar) sehingga bisa jadi aset wisata. Warga juga akan membantu menjaga batu-batu selama proses ekskavasi agar tak hilang atau tercecer," kata Irfan.


Diberitakan sebelumnya, seorang petani setempat bernama Prawoto (50) menemukan sebuah struktur batu bata saat menggali tanah untuk saluran irigasi tanamannya, Senin (20/8) silam. Namun saat ia menggali hingga kedalaman 80 cm, tiba-tiba mata cangkulnya mengenai benda keras.

Saat digali ternyata cangkulnya mengenai batu bata. Awalnya ia menyangka hanya ada satu batu bata. Namun ternyata banyak terdapat batu bata dengan ukuran di atas rata-rata, membentuk struktur bangunan memanjang. Ia kemudian melaporkan temuan ini ke aparat desa kemudian dilanjutkan ke BPCB.



Tonton juga ' Penemuan Arca Brahma Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit ':

[Gambas:Video 20detik]

(lll/lll)