Gandeng Warung Pintar, Banyuwangi Angkat Ritel Rakyat Naik Kelas

Gandeng Warung Pintar, Banyuwangi Angkat Ritel Rakyat Naik Kelas

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 22 Des 2018 15:13 WIB
Gandeng Warung Pintar, Banyuwangi Angkat Ritel Rakyat Naik Kelas
Foto: Istimewa
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi meluncurkan program kolaboratif bersama startup teknologi ritel 'Warung Pintar' untuk meningkatkan kapasitas sektor ritel mikro alias warung-warung kecil milik rakyat. Upaya ini sekaligus mendorong semangat warga untuk berwirausaha.

"Hari ini mulai jalan, soft launching. Tahap awal ada 9 Warung Pintar digerakkan warga. Ke depan akan terus bermunculan karena yang daftar cukup banyak, masih proses semuanya," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meresmikan Warung Pintar di Taman Blambangan, Sabtu (22/12/2018).

Anas menambahkan, program ini ikut menumbuhkan semangat berwirausaha warga dengan memproduksi kue kering, kopi, temulawak, aksesoris atau produk lain yang kemudian dijual di Warung Pintar.

"Ibu-ibu komunitas Usaha Makanan dan Minuman Banyuwangi (Umami) juga ikut mengelola Warung Pintar di beberapa titik," lanjutnya.


Warga pun bisa menambah penghasilan lewat kolaborasi ini. Seperti di Taman Blambangan, salah satu ruang terbuka hijau (RTH) di Banyuwangi, pengelola Warung Pintar adalah Budi Santoso, seorang petugas kebersihan (pesapon).

"Sebagai petugas kebersihan, Pak Budi bertugas 4-5 jam, setelah itu ikut mengelola Warung Pintar untuk tambahan penghasilan," ujar Anas.

Ada juga Sri Wahyuningsih yang sehari-harinya berjualan kue dan nasi bakar, lalu kini juga menjual kebutuhan harian di Warung Pintar.

"Saya buka warung di halaman rumah. Sesuai namanya, ini bikin saya pintar karena lebih kenal teknologi dengan sistem mudah," ujarnya.

Anas pun berharap digitalisasi membuat warung rakyat kian kompetitif saat berhadapan dengan ritel modern.

"Mbok Yem, Mbok Nah, yang punya warung di kampung-kampung bisa ikut. Asetnya dipinjami, lalu dilatih teknologi informasi (TI). Kalau sudah terlalu sepuh, bisa anaknya yang dilatih TI. Jadi ini bagian meningkatkan daya saing warga, bukan semata-mata jualan kemudian dapat duit, tapi bagaimana membentuk ekosistem usaha rakyat yang baik," jelasnya.

"Orang bicara revolusi industri 4.0 muluk-muluk banget. Insya Allah itu kita bumikan dan mulai dari yang kecil, dari warung rakyat di gang-gang dan desa," papar Anas.


Co-Founder Warung Pintar, Harya Putra, menambahkan, digitalisasi warung dilakukan dalam berbagai hal, mulai manajemen keuangan hingga pasokan barang. Berdasarkan riset, digitalisasi ala Warung Pintar mampu meningkatkan pendapatan bulanan warung-warung kecil hingga 89 persen.

Desain warung pun lebih modern untuk mengubah persepsi bahwa warung-warung rakyat selama ini selalu tak tertata. Ada pula fasilitas infrastruktur perangkat lunak seperti charger station.

"Tak hanya jualan, warga juga bisa memperoleh pendapatan lain, misalnya iklan dari jaringan Warung Pintar," ungkapnya.



Simak juga video 'Tinggalkan Cara Lama, Kini Ada UKM Online':

[Gambas:Video 20detik]

(lll/lll)
Berita Terkait