Isi Liburan, Anak-Anak di Ponorogo Berburu Entung

Charolin Pebrianti - detikNews
Sabtu, 22 Des 2018 08:59 WIB
Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Liburan sekolah tak hanya diisi dengan berwisata. Anak-anak di Ponorogo memilih mengisi liburan dengan berburu entung. Apa itu?

Entung merupakan kepompong yang biasa ditemukan di hutan pohon jati. Di awal musim penghujan, warga dari Desa Ngluruk, Kecamatan Sampung, baik tua maupun muda, berbondong-bondong mendatangi hutan pohon jati demi bisa mendapatkan entung.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ardika Santoso (16), Nanda Dwi (16) dan Jeni (15). Mereka sengaja meluangkan waktu liburan demi berburu entung. Ketiga siswa SMP ini bahkan rela berjalan sejauh 1 km untuk bisa berburu entung di areal hutan jati tersebut.

"Iya berangkat pagi tadi buat cari entung," tutur Ardi kepada detikcom, Sabtu (22/12/2018).


Ardi mengaku memang sering mencari entung ketika memasuki awal musim penghujan bersama teman-temannya. Dengan telaten, mereka pun mencari entung. Biasanya entung banyak ditemukan di balik dedaunan jati atau bisa juga tertutup tanah liat.

"Kalau sudah terkumpul banyak, nanti dimasak dan dimakan bersama," terangnya.

Menurut Ardi, cara memasaknya pun terbilang mudah. Entung yang sudah terkumpul kemudian dicuci bersih. Setelah itu disiapkan bumbu untuk menggoreng seperti bawang putih dan garam yang dihaluskan.

Isi Liburan, Anak-Anak di Ponorogo Berburu EntungFoto: Charolin Pebrianti

Bila sudah siap, entung yang sudah dicuci bersih tinggal direndam bumbu lantas digoreng di dalam minyak panas. Setelah warna entung berubah, angkat dan siap disajikan.

"Rasanya gurih dan lezat, enak banget," tuturnya.

Selain digoreng, lanjut Ardi, ada pula warga yang membuat olahan entung seperti rempeyek, pepes ataupun dendeng, tergantung selera masing-masing. Meski awalnya terlihat ekstrem, menurut Ardi, entung memiliki cita rasa mirip-mirip udang.


Sementara itu, Nanda, rekan Ardi mengaku sengaja datang menemani Ardi mencari entung untuk dijual lagi. Satu gelas entung dijual dengan harga Rp 10 ribu. Tak sia-sia, sedari pagi Nanda mengaku sudah mendapatkan 5 gelas entung untuk dijual kembali kepada warga.

"Biasanya ada warga yang menjual olahan entung. Ada yang bikin botok, rempeyek. Lumayan buat nambah uang jajan," paparnya.

Namun Nanda berpesan mencari entung tidak bisa sembarangan. Sebab jika tidak berhati-hati, mereka yang mencari entung bisa tersengat kalajengking. Ngeri-ngeri seru ya! (lll/lll)