Selain disesuaikan arah angin, pencarian ke Perairan Bama juga menindaknlanjuti informasi nelayan. Disebut-sebut, ada nelayan melihat sosok mayat mengambang di perairan tersebut.
"Tapi yang melihat itu katanya sudah hari Sabtu kemarin. Informasinya baru sampai ke kami sekitar pukul 07.00 Wib tadi pagi. Makanya, hari ini akan kita tindak lanjuti," kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono kepada detikcom saat dikonfirmasi, Senin (17/12/2018).
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, insiden hilangnya nelayan bernama Suyat (35) Rabu (12/12) lalu, terus dilakukan upaya pencarian. Upaya ini melibatkan tim SAR gabungan dan dibantu nelayan setempat.
Tim SAR yang tetlibat di antaranya dari unsur Basarnas Pos SAR Jember, Pusdalops BPBD, Satpolair, Kamla, dan unsur lainnya. Dengan menggunakan peralatan water rescue lengkap, tim gabungan ini sudah lima hari melakukan pencarian.
"Jarak tempuh dari pantai Pondok Mimbo ke perairan Lempuyang itu sekitar perjalan 2 jam. Sudah lima hari pencarian belum ada hasil. Sekarang memasuki hari keenam, mudah-mudahan hari ini ada titik terang," tandas Puriyono.
Suyat, nelayan asal Wonosari Bondowoso mencari nafkah dengan mencari ikan. Namun malah berujung musibah. Pria 35 tahun itu dinyatakan hilang di laut, saat mencari ikan di Perairan Lempuyang Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Korban diduga sengaja mencebur ke laut mengambil tempat ikannya yang jatuh. Namun sial menimpanya. Saat kejadian, arus laut setempat konon sangat deras dan kuat. Sehingga korban yang tidak kuat langsung tenggelam ke dasar laut. Hingga kini, Suyat masih dinyatakan hilang. Upaya pencarian pun sudah mulai dilakukan. (fat/fat)










































