Mengintip KEK Singhasari yang Ciptakan Museum Ramah Milenial

Mengintip KEK Singhasari yang Ciptakan Museum Ramah Milenial

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Minggu, 16 Des 2018 15:32 WIB
Mengintip KEK Singhasari yang Ciptakan Museum Ramah Milenial
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Malang - Pembangunan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singhasari di Malang telah disetujui Menko Perekonomian Darmin Nasution. Kawasan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan ekonomi tourism.

Tak hanya itu, konsep ini dibalut dengan suguhan pengetahuan akan kejayaan Kerajaan Singosari dengan versi digital. Salah satunya, melalui museum digital yang ditujukan untuk menunjang pembelajaran anak-anak generasi milenial.

"Kemudian di era digital saat ini, di era milenial ini kami mengembangkan ke depan itu sudah semuanya serba digital untuk menjawab industri 4.0, maka di sini kita akan membuat KEK 4.0," kata GM PT Intelegensia Graha Tama, sekaligus pengembang KEK, Kriswidyat Praswanto saat dikunjungi di KEK Singhasari, Malang, Minggu (16/12/2018).

Kris menambahkan dari pembangunan ini pihaknya ingin menampilkan bagaimana kejayaan Kerajaan Singosari di abad 13. Hal ini untuk memacu semangat generasi muda dalam mencontoh perjuangan para raja mempertahankan daerahnya dulu.

"Kita memang fokus di culture and heritage, karena di Singosari ini adalah pusat Kerajaan Singasari di abad ke-13. Kita tampilkan Kerajaan Singasari dulu ini seperti apa dan itu perlu diketahui dan juga terutama filosofi semangatnya ini yang dipahami oleh para generasi sekarang terutama generasi milenial," lanjut Kris.


Foto: Hilda Meilisa Rinanda


Selain itu, diakuinya memang tak mudah mengenalkan sejarah ke generasi milenial. Untuk itu, pihaknya sepakat membalut pengetahuan ini melalui dunia digital. Hal ini bertujuan agar generasi milenial bisa dengan nyaman mengeksplorasi KEK Singhasari.

"Jika tidak dengan digital teknologi mereka mungkin tidak tertarik. Nah makanya kita membuat pariwisata yang sudah kita bangun atraksinya di sini itu kita integrasikan dengan digital teknologi dan itu pasti akan menarik di kalangan milenial untuk mengeksplor tempat ini," imbuhnya.

Tak hanya itu, Kris mengatakan kisah-kisah tentang perjuangan Ken Arok juga akan dihadirkan dalam genggaman tangan. Dilengkapi akses internet yang memadai, setiap siswa akan lebih mudah mengakses.

"Misalnya contoh sejarah di Kerajaan Singasari itu cerita mulai dari Tunggul Ametung kemudian diambil oleh Ken Arok kalau itu diceritakan secara manual atau hanya ditunjukkan gambar atau peninggalan itu mereka tidak bisa merangkai. Tapi bila itu diceritakan atau divisualisasikan secara digital dan juga setiap replika atau bahkan peninggalan yang ditunjukkan itu mereka bisa mengakses secara lengkap," papar Kris. (iwd/iwd)
Berita Terkait