DetikNews
Jumat 14 Desember 2018, 17:53 WIB

Berkunjung ke Madiun, Kak Seto Diwaduli Ortu Korban Pencabulan

Sugeng Harianto - detikNews
Berkunjung ke Madiun, Kak Seto Diwaduli Ortu Korban Pencabulan Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Berkunjung ke Madiun, Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan Kak Seto menerima pengaduan orang tua korban pencabulan yang terjadi pada bulan Juli 2016 silam. Keduanya mengaku kasus yang menimpa putri mereka tak pernah selesai.

Kak Seto berkesempatan untuk bertemu dengan pasangan Dimas Kurniawan (40) Yati Maryati (34). Mereka mengadukan kasus pencabulan yang dialami putri mereka, SF.

SF menjadi korban pencabulan Bayu Samudra Wibawa (21) yang tak lain tetangga mereka sendiri. Kasus itu disebut sudah diproses secara hukum, bahkan hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA).

Saat itu MA mengabulkan kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun, dan menyatakan terdakwa divonis bersalah dengan hukuman lima tahun penjara.


Namun nyatanya pelaku tak pernah merasakan dinginnya lantai penjara.

"Sudah lama sekali tapi kok belum dieksekusi, padahal sudah divonis MA. Sampai sekarang belum dieksekusi. Kenapa kasus ini kok berlarut-larut, ada masalah apa. Kok sekian lama belum ada kejelasan hukumnya. Padahal pemerintah, selama ini menggembor-gemborkan perlindungan terhadap anak," tutur Dimas kepada Kak Seto seusai acara di Pendopo Graha Pemkab Madiun, Jumat (14/12/2018)..

Dimas menambahkan, terdakwa tak pernah kelihatan lagi. Sementara itu, kondisi putrinya yang sebelumnya sempat mengalami trauma dan mengalami infeksi pada kelaminnya, kini mulai membaik.


Kendati demikian, Dimas tak terima jika pelaku masih berkeliaran. Apalagi menurut Dimas, pemerintah setempat sama sekali tidak ambil pusing dengan kasus yang menimpanya. Selama ini, Dimas mengaku berjuang sendiri bersama sang istri untuk menyelesaikan persoalan ini serta menyembuhkan trauma yang dialami putrinya.

"Pemerintah, sama sekali dari awal masalah ini muncul, tidak pernah mendampingi saya. Dari masalah hukum, masalah psikologi anak, tidak pernah mendampingi sama sekali," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kak Seto sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) berjanji akan membantu dan mencoba menanyakan perkembangan kasus ini di MA.

"Kami akan langsung kontak ke Mahkamah Agung. Kami akan kawal ini semua, atas nama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Insyallah, hari Senin atau Selasa kami akan menghadap ke MA. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan Ibu Yati. Saya sudah simpan nomor ibu," tutur Kak Seto.


Simak video 'Ayah Cabuli Anak Kandungnya Sejak Masih TK':

[Gambas:Video 20detik]

Berkunjung ke Madiun, Kak Seto Diwaduli Ortu Korban PencabulanFoto: Andhika Akbarayansyah

(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed