Eks Muncikari Lokalisasi Tambakasri Dikumpulkan, Ada Apa?

Eks Muncikari Lokalisasi Tambakasri Dikumpulkan, Ada Apa?

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 13 Des 2018 19:15 WIB
Eks Muncikari Lokalisasi Tambakasri Dikumpulkan, Ada Apa?
Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Krembangan mengumpulkan eks muncikari Tambakasri. Mereka diberikan pengarahan tentang prostitusi di Tambakasri yang sudah ditutup dan tak akan dibuka lagi.

Sebanyak 14 dari 23 eks muncikari dikumpulkan di balai RW setempat. Mereka diberikan pengarahan serta diminta membuat pernyataan tidak akan membuka kembali praktik prostistusi tersebut.

Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setija Oetami mengatakan pengumpulan puluhan eks muncikari tersebut merupakan tidak lanjut dari rapat dengan warga kemarin.

"Dari laporan warga, mereka melihat ada indikasi benih-benih timbulnya prostitusi. Hari ini para eks muncikari yang diduga memiliki kos di situ dipanggil oleh pak RW. Mereka diminta untuk melakukan penandatanganan kesepatan, bahwa tidak ada lagi praktik prostitusi," kata Esti kepada detikcom di lokasi, Kamis (13/12/2018).


Esti mengingatkan kepada para eks muncikari, jika usai menandatangani kesepatan dan masih nekat membuka kembali, maka pihaknya akan menindak tegas.

"Kami akan menindaklanjuti nanti. Apakah setelah menyepakati jika masih nekat membuka, maka akan kami proses secara hukum. Karena ini bukan formalitas," ujar Esti.

Esti menambahkan dari penelusuran polisi, pihaknya pernah mendapati seorang perempuan yang diindikasi melakukan praktik prostitusi terselubung.

"Waktu itu, ketika saya patroli di malam hari masih melihat seorang perempuan di malam hari. Waktu itu masih kami pantau dan imbau. Tapi ke depan kami akan tidak tegas," kata Esti.


Sementara itu, salah satu warga pemilik warung kopi, Rukmono, usai menandatangani kesepakatan, dia tidak menampik praktik prostitusi di kawasan yang juga dikenal dengan Kremil itu masih berjalan.

"Masih ada mas. Di sini kan dulu danyangnya begituan," kata Rukmono.

Saat ditanya, apakah dia masih membuka praktik tersebut, Rukmono mengakui menjalankannya. "Masih, tapi kalau ada order saja, tidak setiap hari," ujar Rukmono. (iwd/iwd)
Berita Terkait