detikNews
Rabu 12 Desember 2018, 08:47 WIB

Siswa SMP di Ponorogo Inovasikan Helm Jadi Pengaman Motor, Kok Bisa?

Charolin Pebrianti - detikNews
Siswa SMP di Ponorogo Inovasikan Helm Jadi Pengaman Motor, Kok Bisa? Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Meski telah dikunci, tak jarang sepeda motor masih bisa dicuri. Namun kini ada beragam alat pengaman sepeda motor yang biasanya mengeluarkan alarm yang bisa menjadi penanda jika motor terancam dicuri.

Menariknya, ada dua siswa SMPN 1 Jetis, Kabupaten Ponorogo bernama Else Windasari (14) dan Danar Rizki Wicaksono (14) yang berinovasi membuat alat pengaman sepeda motor yang lain dari yang lain. Bentuknya berupa helm.

Namanya Emish atau singkatan dari Elektrik Micro Switch Helm.

"Kalau ada yang mau mencuri motor terus helmnya tidak dipakai, motornya tidak bisa jalan. Jadi harus pakai helmnya dulu baru motornya bisa jalan," tutur Else saat mengawali perbincangan dengan detikcom, Rabu (12/12/2018).


Else mengaku ide awal pembuatan helm ini adalah keprihatinannya akan maraknya pencurian sepeda motor. Namun ia berupaya mencari alat pengaman sepeda motor yang tidak biasa, dan pilihannya jatuh pada helm.

Untuk membuatnya, Else dan Danar menyiapkan sejumlah komponen seperti dioda, kabel, generator mini sebagai pengisi daya, dinamo motor listrik untuk mengingatkan pemakai helm agar mengklik tali helmnya, saklar, micro switch, micro controller arduino dan baterai.

"Berbekal Rp 180 ribu, kami merakit semua komponen termasuk yang ada di helm dan motor," jelasnya.

Komponen-komponen itu kemudian dirakit dan dipasang di dalam helm. Setelah itu dikoneksikan dengan komponen yang ada pada sepeda motor melalui bluetooth. Dari sinilah penjelasan mengapa sepeda motor tidak dapat menyala bila pengendara tidak mengenakan helm.

"Di dalam helm ini juga ada penggetarnya. Jadi ketika pengguna lupa tidak mengklik helm, maka helmnya bergetar dan membuat tidak nyaman. Kalau diklik nanti getarnya hilang," terangnya.

Bukan Alarm, Siswa SMP di Ponorogo Bikin Helm untuk Amankan MotorFoto: Charolin Pebrianti

Kelebihan lainnya adalah di bagian atas helm ini terdapat baling-baling yang bertugas mengisi daya baterai ketika helm digunakan. Jadi tidak perlu repot mengisi daya baterai. Saat daya sudah penuh, maka program pengisian daya akan berhenti dengan sendirinya.

Terkait helm inovatif tersebut, Else mengaku untuk membuatnya bukanlah perkara mudah. Remaja yang duduk di bangku kelas VIII ini mengaku mengalami kegagalan di awal-awal mencoba kemampuan helm ini. Semisal saat mengkoneksikan antara sepeda motor dan helm sehingga sepeda motor tidak bisa menyala bila pengendaranya tidak mengendakan helm.

Di lain waktu, mereka juga pernah keliru memasang kabel-kabel yang dibutuhkan yang justru berujung merusak seluruh komponen yang ada.

"Pernah juga salah memprogram akhirnya semua komponen tidak mau berfungsi," paparnya.

Namun Else dan Danar tak menyerah. Dalam kurun waktu satu bulan, mereka berhasil menyelesaikan helm pengaman sesuai keinginan.


Bahkan helm yang berfungsi sebagai sistem pengaman sekaligus indikator Double Safety saat berkendara ini berhasil meraih juara 1 tingkat nasional dalam ajang Asia Inovasi Teknologi Kreatif di Malang, November lalu.

Sementara itu, Guru Pembimbing Dwi Sujatmiko berharap ke depan semua sepeda motor dapat dilengkapi dengan perangkat seperti ini. Ia juga berharap helm bikinan siswa didikannya ini dapat diproduksi secara massal atau dilirik perusahaan penjual sepeda motor.

"Ketika membeli motor kan biasanya dapat gratis helm. Nah helmnya ini bisa jadi antimaling sekaligus alat keselamatan pengguna motor," tandasnya.

Jika Anda mengetahui sekolah yang mempunyai prestasi, bisa diinfokan ke redaksi detikcom (redaksi@detiksurabaya.com)
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed