detikNews
Selasa 11 Desember 2018, 19:02 WIB

Kisah Rahmadani, Ikut Seleksi Akhir Tes CPNS Banyuwangi Usai Lahiran

Ardian Fanani - detikNews
Kisah Rahmadani, Ikut Seleksi Akhir Tes CPNS Banyuwangi Usai Lahiran Foto: Istimewa
Banyuwangi - Meski baru melahirkan, tekad Rahmadani Fitria untuk mengikuti seleksi akhir tes CPNS di Banyuwangi tak surut. Begini ceritanya.

Wanita berusia 25 tahun itu merupakan satu dari hanya 698 peserta yang tersisa untuk mengikuti seleksi akhir tes CPNS di lingkungan Pemkab Banyuwangi, yaitu Seleksi Kemampuan Bidang (SKB).

Namun untuk menjaga kondisinya, Rahmadani diminta mengerjakan soal di dalam ambulans milik RSUD Blambangan Banyuwangi yang diparkir di luar gedung tes.

Warga Banyuwangi asli ini mengaku sebenarnya tes SKB yang harus diikutinya berlangsung pada hari Minggu (9/12) lalu. Namun karena mengalami kontraksi, atas kebijakan panitia Rahmadani diperbolehkan mengikuti tes di hari berikutnya.

"Sebenarnya jadwal tes saya hari Minggu pagi, tapi karena hari itu mengalami kontraksi akan melahirkan, atas kebijakan panitia saya diperbolehkan ikut tes terakhir," kisahnya kepada wartawan, Selasa (11/12/2018).


Rahmadani pun mengaku tak menemui kendala berarti saat mengerjakan tes. Hanya saja, rasa nyeri selepas menjalani operasi caesar saat melahirkan buah hatinya membuatnya sedikit terganggu. Namun ia berjuang sekuat tenaga untuk menepis rasa sakit itu.

"Alhamdulilah masih diberikan kesempatan untuk memperebutkan nasib menjadi PNS. Mudah-mudahan saya bisa lolos," harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Banyuwangi Nafiul Huda mengatakan, panitia memberikan toleransi kepada Rahmadani didasarkan pada peraturan yang ada.

"Kami memberikan kesempatan kepada peserta yang izin. Asal waktu pelaksanaan masih ada dan belum ditutup. Yang bersangkutan sebenarnya ujian pada hari Minggu tapi karena melahirkan ya kita beri kesempatan di akhir tes hari ini," terangnya kepada detikcom secara terpisah.

Huda menambahkan, jumlah pelamar CPNS yang mengikuti tes SKB mencapai 698 peserta. Tes SKB sendiri diselenggarakan di kantor Badan Kepegawaian Daerah selama empat hari, yaitu mulai tanggal 9-11 Desember 2018, dengan empat sesi tiap harinya.

"Hari ini adalah hari terakhir bagi peserta yang mengikuti tes SKB. Dari tes ini mereka bisa langsung melihat hasilnya di komputer," tandas Huda.


Setelah itu, panitia menentukan peserta yang lolos ke tahapan berikutnya yaitu pemberkasan CPNS dengan menggabungkan hasil tes SKB dan hasil Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) untuk kemudian diranking. Komposisinya, 60 persen nilai SKB dan 40 persen nilai SKD.

"Setelah nilai kita gabung, kita akan rangking nilai tertinggi hingga memenuhi formasi CPNS kabupaten Banyuwangi," jelas Huda.

Huda juga mengungkapkan tahun ini Pemkab Banyuwangi akan menerima 600 tenaga CPNS baru. Dari total 5.122 pendaftar, yang berhasil lolos seleksi administrasi mencapai 3.279 orang dan yang lolos seleksi SKD hanya mencapai 833 orang.

"Dari jumlah tersebut yang berhasil melaju ke babak SKB ada 698 orang. 135 lainnya merupakan pelamar formasi eks Honorer Kategori Dua (K-2) yang lolos SKD. Berdasar ketentuan, mereka tidak mengikuti SKB alias bagi pendaftar CPNS eks honorer K-2 tidak berlaku SKB dan langsung pemberkasan," tutupnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed