Cerita Guru di Bojonegoro tentang 'Teror' Ulat Pohon Jati di Sekolahnya

Ainur Rofiq - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 17:11 WIB
Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Bojonegoro - Bukan hanya ke permukiman warga, 'teror' ulat pohon jati di Kabupaten Bojonegoro juga merambah hingga ke sekolah-sekolah. Para siswa pun dilarang bermain di luar ruangan.

Situasi ini terjadi di SD Kedungrejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Lokasi sekolah ini memang berdekatan dengan kawasan hutan jati.

"Memang hampir empat hari ini. Paling parah itu hari Jumat kemarin. Mulai jalan kampung hingga masuk sekolah sangat banyak ulatnya," tutur Kepala SD Kedungrejo, Harum, kepada detikcom, Selasa (11/12/2018).


Ulat berwarna hitam itu tak hanya bergelantungan di pepohonan di halaman sekolah, tetapi juga menempel di dinding, pintu, dan plafon ruangan kelas, bahkan jatuh berserakan di lantai.

"Kalau ini saya perkirakan ulat daun jati. Ada yang bilang ulat bulu, tapi kok nggak panas kalau kena tubuh. Tapi yang pasti membuat geli," tegasnya.

Meski ulat itu tidak berbahaya, Harum mengakui banyak siswa yang merasa geli akan keberadaan ulat-ulat itu. Tak terkecuali staf pengajar.

"Dua hari kemarin saya pakai payung karena saking banyaknya ulat. Bahkan guru kelas dua itu saya sarankan pulang lebih dulu karena takut dan geli. Jujur, saya juga geli, terkadang itu ulat sampai masuk pakaian," paparnya.

Cerita Guru di Bojonegoro tentang 'Teror' Ulat Pohon Jati di SekolahnyaFoto: Ainur Rofiq/detikcom


Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Harum melarang siswa-siswinya bermain di halaman belakang atau di hutan saat jam istirahat.

"Anak-anak tetap kita larang bermain di sekitar belakang sekolah karena sudah kawasan hutan. Nanti kita khawatir banyak hewan lain mulai bermunculan," terangnya.

Pihak sekolah juga terus berusaha menyingkirkan ulat-ulat yang menempel di dinding sekolah dan yang masuk ke kelas dengan menyapunya keluar ruangan dan menyemprotkan cairan pembunuh serangga.


Menurut Harum, fenomena munculnya ulat pohon jati dalam jumlah besar ini baru terjadi dua kali selama musim pancaroba. Namun ia mengakui volume ulat yang muncul tahun ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.

"Tahun ini paling banyak ulatnya dibanding tahun sebelumnya," pungkasnya.



Tonton juga video 'Bikin Merinding! Saat Jawa Timur Diserbu Ribuan Ulat Bulu':

[Gambas:Video 20detik]

(lll/lll)