Hiii, 'Teror' Ulat Pohon Jati Merambah Permukiman Warga di Tuban

Ainur Rofiq - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 16:09 WIB
Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Tuban - Di musim hujan, Kabupaten Tuban juga ikut terjangkit 'teror' ulat pohon jati. Bahkan ulat-ulat itu mulai merambah permukiman warga, terutama yang berdekatan dengan kawasan hutan jati.

Dari pantauan detikcom, sejumlah permukiman warga di tiga kecamatan di Kabupaten Tuban, yakni Kecamatan Montong, Kecamatan Semanding, dan Kecamatan Palang, merasakan 'teror' ulat pohon jati ini.

Yudo (25), salah satu warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, mengaku sudah tiga hari ini rumahnya diserang ulat yang biasa ditemukan pada pohon jati ini.

"Sudah tiga hari ini ulat jati masuk rumah. Meski tidak (bikin) gatal, (ulat) memang jijik," kata Yudo kepada detikcom, Selasa (11/12/2018).


Ditambahkan Yudo, ulat jenis ini tidak gatal atau membahayakan kesehatan warga, namun tetap saja banyak warga yang mengeluhkan keberadaan ulat-ulat ini karena jumlahnya yang sangat banyak. Rumah warga pun menjadi kotor karenanya.

"Ya rata-rata disapu dan dibakar kalau masuk rumah. Biar nggak merambat lagi," lanjutnya.

Hiii, 'Teror' Ulat Pohon Jati Merambah Pemukiman Warga di TubanFoto: Ainur Rofiq

Bahkan menurut pengakuan Sulistiyono (26), volume ulat pohon jati yang muncul di tahun ini jauh lebih banyak dari biasanya.

"Dari tahun 2016 hingga saat ini, di Tanggulangin yang paling parah ulat jatinya ya saat ini," tutur warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong, tersebut.


Sementara itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tuban membenarkan adanya serangan ulat pohon jati di permukiman penduduk di sejumlah wilayah. Kebetulan wilayah-wilayah itu berdekatan dengan kawasan pepohonan jati.

"Saat ini sudah kita pantau fenomena banyaknya ulat ini. Tetapi saya rasa kalau ulat jati mungkin tidak gatal. Ulat itu berkembang biak karena musim hujan tiba dan hanya beberapa hari saja karena nanti jadi kupu yang warnanya putih," terang Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tuban Basoeki TJ secara terpisah.

Basoeki menambahkan, ulat-ulat seperti ini tidak hanya berkembang biak di pohon jati, tetapi juga tanaman berbuah lainnya, semisal pohon mangga.

Kendati ulat tidak menyebabkan gatal, Basoeki tetap mengimbau warga agar berhati-hati saat bertemu dengan ulat pohon jati.

"Ulat jati ini juga bisa gatal jika kena kulit manusia kalau tubuhnya punya alergi kulit," tutupnya.


Saksikan juga video 'Bikin Merinding! Saat Jawa Timur Diserbu Ribuan Ulat Bulu':

[Gambas:Video 20detik]

(lll/lll)