detikNews
Selasa 11 Desember 2018, 15:38 WIB

Didemo Driver, Aplikator di Surabaya: Kami Beri Jawaban 3x24 Jam

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Didemo Driver, Aplikator di Surabaya: Kami Beri Jawaban 3x24 Jam Suasana lokasi unjuk rasa driver online roda empat di Jalan Ngagel kembali normal. (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Ratusan driver online roda empat yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gojek di Jalan Ngagel akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB. Pembubaran dilakukan usai perwakilan driver ditemui oleh aplikator.

Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) Jatim yang menaungi para driver mengatakan dari lima poin tuntutan yang mereka ajukan, ada satu yang akan terakomodasi dalam waktu dekat.

"Alhamdulillah hari ini ada satu poin yang diakomodir oleh pihak Gojek. Poin itu soal memperbaiki dan mengevaluasi isi perjanjian kemitraan di antara driver dan aplikator," tandas Humas Aliando Jatim, Faris Novianto kepada wartawan, Selasa (11/12/2018).


Sementara itu, tuntutan lainnya masih akan dipertimbangkan oleh aplikator. "Untuk poin yang lain akan diberikan jawaban 3x24 jam oleh pihak Gojek pusat," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan perwakilan manajemen Gojek Surabaya, Candra Noviandri. Pihaknya mengaku telah menampung seluruh tuntutan yang diajukan namun meminta waktu untuk memberikan tanggapan.

"Ada lima tuntutan tadi yang disampaikan. Tapi saya tidak ingat isinya apa. Tadi sudah kita tampung. Jika nanti sudah ada jawaban akan kita sampaikan langsung," tandasnya.

Kelima tuntutan yang diajukan oleh driver online roda empat di Surabaya kepada aplikator di antaranya:

1. Stop rekruitmen driver baru, baik dari aplikasi secara langsung maupun melalui vendor/koperasi sambil menunggu kejelasan regulasi yang baru.

2. Perbaiki dan evaluasi isi dan materi surat perjanjian kemitraan yang berasaskan keadilan dan mudah dipahami, baik oleh mitra maupun calon mitra.

3. Rasionalisasi tarif dan insentif.

4. Hilangkan skema batasan wilayah dan upgrade durasi jam insentif menjadi 24 jam (khusus Grab) agar dapat memberikan waktu istirahat bagi mitra yang berprofesi full sebagai driver online.

5. Open suspend untuk mitra driver online Jawa Timur, kecuali mitra yang terdeteksi melakukan perbuatan kriminal, terorisme atau pelecehan seksual.


Usai menyampaikan tuntutannya, para driver online tersebut membubarkan diri lalu melanjutkan aksinya di depan kantor aplikator Grab di Jalan Klampis.

Lokasi aksi di Jalan Raya Ngagel yang sempat difungsikan satu arah kini telah kembali dibuka menjadi dua arah. Arus lalu lintas kembali normal.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com