Jangan Salah, Bukan Ulat Bulu yang 'Teror' Warga di Magetan

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 13:41 WIB
Warga memperlihatkan sebagian kecil ulat pohon jati yang masih ada. (Foto: Sugeng Harianto)
Magetan - Ulat bulu 'meneror' sejumlah daerah di Jatim, termasuk di Magetan. Bahkan keberadaan ulat-ulat itu dianggap mengganggu aktivitas warga. Namun ternyata kehebohan itu bukan disebabkan oleh ulat bulu.

Fakta di lapangan, yang disebut meneror pemukiman warga di sejumlah daerah, termasuk Magetan, bukanlah ulat bulu, melainkan ulat jenis lain yaitu ulat pohon jati.

"Ulat kecil bukan (ulat) bulu, bukan. Itu ulat jati yang biasanya jadi entung itu ulatnya kecil kok," terang Kepala Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo Emy Hariono saat dihubungi detikcom, Selasa (11/12/2018).


Dikatakan Emy, ulat pohon jati itu memang kerap muncul di awal musim penghujan. Namun menurut Emy, secara kebetulan ulat-ulat yang muncul di musim penghujan tahun ini volumenya lebih banyak.

Namun ia mengatakan ulat-ulat itu hanya muncul dalam kurun 1-2 hari saja.

"Ini sudah tidak ada. Cuma sehari saja kok. Hari Minggu kemarin ini sudah tidak ada," tegas Emy.

Jangan Salah, Bukan Ulat Bulu yang 'Teror' Warga di MagetanUlat pohon jati sudah jarang terlihat, tinggal daun-daun pohon yang berlubang karena dimakan ulat. (Foto: Sugeng Harianto)

Hal senada diutarakan Suroyo (36), salah satu warga RT 14 RW 2 Desa Purwodadi, Kecamatan Barat yang rumahnya bersebelahan dengan kebun jati. Ia mengaku sudah terbiasa melihat ulat di musim penghujan.

"Ini bukan ulat bulu, tapi ulat jati pak. Tidak gatal. Malah kalau sudah jadi entung diburu mahal harganya," celotehnya sembari menunjukkan ulat pohon jati yang berwarna hitam tanpa berbulu.


Emy menambahkan, ulat pohon jati itu tidak membuat gatal di kulit seperti halnya ulat bulu, namun keberadaan ulat-ulat itu cukup meresahkan warga karena menggelikan.

Akan tetapi ketika ulat pohon jati ini telah berubah menjadi kepompong, maka warga pun memburunya untuk santapan.

"Biasanya kan mahal kalau sudah jadi entung ulat pohon jati itu. Dimasak banyak yang berburu. Dijual warga satu kilo bisa Rp 50 ribu," ungkapnya.

Dari pantauan detikcom, banyak warga Magetan yang menanam pohon jati, baik di lahan sendiri maupun pinggir jalan sehingga wajar bila ditemukan banyak ulat jati. Namun ulat-ulatnya sudah tidak terlihat. Tinggal tersisa daun-daun pohon jati yang tampak berlubang di sana-sini karena dimakan ulat.


Saksikan juga video 'Bikin Merinding! Saat Jawa Timur Diserbu Ribuan Ulat Bulu':

[Gambas:Video 20detik]

(lll/lll)