Keluhan Driver Ojol di Aplikator Surabaya, Rekruitmen Hingga Insentif

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 12:31 WIB
Foto: Deny Prastyo Utomo
Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Ratusan driver online roda empat menggelar aksi di depan kantor aplikator Gojek dan Grab di Surabaya. Mereka mengeluhkan sikap aplikator yang dianggap melanggar kemitraan dengan driver ojol.

Dengan menggunakan pengeras suara, para driver bergantian melakukan orasi di depan kantor aplikator Gojek di Jalan Raya Ngagel.

"Hari ini kami melakukan aksi serentak secara nasional di berbagai kota yakni Pontianak, Makasar, Yogya dan Bangka Belitung," kata Korlap Aksi Aliando Jatim Bagus Ubaidillah kepada detikcom, Selasa (11/12/2018).

Bagus menjelaskan masih banyak persoalan yang dihadapi oleh driver online sebagai mitra Gojek dan Grab.

"Stop rekruitmen driver online. Karena kenapa? Karena jumlah penumpang dengan driver-nya sekarang lebih banyak. Itu kan tidak sinkron. Dengan begitu, target dari aplikator yang dibebankan ke driver sebagai mitra tidak tercapai. Sekarang bisa mendapatkan 10 hingga 12 trip itu sudah bagus," ungkap Bagus.


Selain itu, Bagus mengeluhkan soal rasionalisasi insentif yang diberikan oleh aplikator yang masih dianggap belum manusiawi.

"Rasionalisasi tarif dan insentif yang saat ini dikeluhkan oleh driver online secara nasional. Tarif yang tidak manusiawi dan insentif yang tidak sesuai yang sedang kami upayakan. Selain itu hilangkan skema batasan wilayah dan jam istirahat," lanjutnya.

Keluhan Driver Ojol di Aplikator Surabaya, Rekruitmen Hingga InsentifPantauan lalu lintas di lokasi aksi, Jalan Ngagel menjadi satu arah. (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Belum lagi soal tidak adanya transparansi dalam perjanjian kemitraan di antara aplikator dan mitra. Bahkan Bagus mengaku ia dan rekan-rekannya tidak mengetahui isi dari perjanjian tersebut.

"Teman-teman disini semua tidak tahu dari isi perjanjian dari pihak aplikator. Poin kemitraan dan isi perjanjian kode etik tidak ada yang tahu. Yang dilarang apa dan yang tidak dilakukan sebagai mitra itu apa masih banyak yang belum paham," paparnya.


Dari pantauan detikcom, aksi tersebut mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Raya Ngagel. Bahkan jalur yang semula dua arah itu kemudian difungsikan menjadi satu arah karena aksi tersebut, yaitu dari Jalan Darmo Kali menuju Jalan Sulawesi.

Sedangkan arah sebaliknya, yaitu dari Jalan Sulawesi melewati Raya Ngagel menuju Jalan Bung Tomo ditutup untuk sementara waktu. Pengendara yang menuju ke Jalan Bung Tomo kemudian dialihkan ke Jalan Dinoyo. (lll/lll)