Salut, Haedar Buktikan Tunagrahita Bisa Kuliah dan Berwirausaha

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 10:42 WIB
Foto: Imam Wahyudiyanta
Gresik - Di tengah keterbatasannya, Haedar Muhammad tetap beraktivitas seperti biasa. Keterbatasan tak membuatnya malu, apalagi minder. Ya, Haedar merupakan penyandang tunagrahita yang kini sedang berkuliah di salah satu sekolah tinggi di Kabupaten Gresik.

Awal kuliah, Haedar memang tampak malu-malu. Namun lambat laun Haedar berhasil menepis rasa malu itu dan kini sudah membaur dengan rekan-rekannya.

"Senang kalau kuliah, bisa ketemu sama banyak orang," ujar Haedar kepada wartawan di Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAID), tempatnya berkuliah, Selasa (11/12/2018).


Kendati demikian, Haedar harus tetap didampingi saat beraktivitas. Namanya Eka Oktaviani.

"Meski didampingi untuk setiap kegiatan, namun Haedar tetap terus belajar. Dia terus aktif bersosialisasi. Komunikasinya sudah baik dibanding waktu pertama kuliah dulu," ujar Eka.

Haedar pun tak pernah melewatkan satu kelas pun. Ia juga aktif mengikuti UKM Kewirausahaan. Di UKM tersebut, pria yang sedang mengerjakan skripsi ini disebut sangat terampil dalam membuat suatu produk.

Eka mengaku awalnya Haedar memang kesulitan dalam membuat suatu produk. Namun setelah dipraktikkan secara terus-menerus, mahasiswa semester 7 Prodi Ekonomi Syariah ini semakin mengerti dan lihai. Tak hanya membuat produk, tetapi Haedar juga sudah bisa menjualnya.

"Kami salut dengan Haedar. Semangatnya besar demi cita-cita dia," tuturnya.

Haedar Muhammad, penyandang tunagrahita kuliah di Gresik/Haedar Muhammad, penyandang tunagrahita kuliah di Gresik/Foto: Imam W

Sementara itu, Kepala Prodi Ekonomi Syariah, H Muslih Aris mengaku sangat salut dengan Haedar. Di kampusnya, Muslih juga tidak membeda-bedakan kelas untuk Haedar.

"Tapi tetap kami beri perhatian lebih meski tak ada pilih kasih. Kami juga berkomitmen untuk memberikan hak yang sama selama berkuliah," tandas Muslih.


Muslih menambahkan, kampusnya tidak pernah pilih kasih, termasuk kepada para penyandang disabilitas. Ia berkomitmen untuk memberikan hak yang sama bagi setiap mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

Justru di balik keterbatasannya, Muslih salut dengan Haedar yang selalu semangat menjalani perkuliahan. Bahkan ia sering kali menjadi mahasiswa pertama yang masuk di kelas.

"Hanya dia yang tepat waktu masuk kelas. Bahkan Haedar juga yang memberitahu teman sekelasnya agar masuk sehingga perkuliahan bisa dimulai," tutupnya. (iwd/fat)