DetikNews
Kamis 06 Desember 2018, 17:26 WIB

KPPU Awasi Industri Jasa Uang Tambang

Budi Hartadi - detikNews
KPPU Awasi Industri Jasa Uang Tambang Foto: Istimewa
Surabaya - Sejumlah perusahaan jasa uang tambang (Freight Container) diduga melakukan monopoli usaha. Akibat ulah perusahaan-perusahaan ini, harga barang di Ambon menjadi lebih mahal.

Kasus dugaan monopoli jasa pelayaran ini ditangani Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya. Pada tanggal 5 dan 6 Desember 2018, KPPU menggelar sidang pemeriksaan lanjutan perkara nomor 08/KPPU-L/2018 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 Ayat (1) UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Industri jasa uang tambang dengan rute Surabaya menuju Surabaya oleh perusahaan pelayaran.

Pemeriksaan dipimpin Ketua Majelis Komisi Harry Agustanto dan M Afif Hasbullah selaku Anggota Majelis Komisi. Pemeriksaan tersebut bakal dilakukan terhadap 6 perusahaan pengguna jasa pengiriman barang dengan kapal laut. Keenam perusahaan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

"Perkara ini bermula dari laporan yang diterima oleh KPPU tentang adanya dugaan perjanjian penetapan harga uang tambang yang dilakukan oleh 4 empat pelaku usaha pelayaran dengan rute Surabaya menuju Ambon sekitar bulan Agustus 2017," kata Harry di kantor KPPU Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Keempat perusahaan yang diduga melakukan monopoli usaha itu, lanjut Harry, adalah PT Meratus Line, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk, PT Salam Pasific Indonesia Line dan PT Tanto Intim Line. Keempat perusahaan ini membuat surat kenaikan tarif freight container secara bersamaan.

"Kenaikan tarif berkisar 100% ini diduga mengakibatkan konsumen tidak memiliki pilihan yang pada akhirnya berpengaruh pada barang-barang yang masuk ke Kota Ambon menjadi lebih mahal," terangnya.

Pemeriksaan Lanjutan ini akan berlangsung selama 60 hari kerja. Jika diperlukan, pemeriksaan bisa diperpanjang selama 30 hari kerja.


Tonton juga ' Produsen Sari Roti Dihukum Bayar Denda Rp 2,8 M ':

[Gambas:Video 20detik]


(bdh/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed