Acara yang digelar di SMA Negeri 3 Kediri, ini, dianggap menjadi sumber dan informasi pendidikan. Guru memiliki peran sangat penting dalam memberi pemahaman sejak dini kepada murid.
Menurut Kepala OJK Kediri Slamet Wibowo bahwa kegiatan literasi keuangan kepada guru ekonomi sangat bermanfaat. Khususnya anak-anak generasi milenial, sangat perlu mengetahui perencanaan keuangan. Terlebih di tengah kompetisi global dan inovasi produk serta jasa keuangan yang berkembang pesat.
"Dengan memiliki literasi perencanaan keuangan, masyarakat mampu mengelola keuangan dengan baik, sehingga masa depan anak lebih terjamin. Inilah pentingnya peran orang tua dan guru," jelas Slamet Wibowo, Minggu (2/12/2018).
OJK mencatat hingga tahun 2017, indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76%, turun dari survei tahun 2013 yang berada di angka 17,84%.
Sementara rendahnya tingkat literasi ini berdampak kepada masih banyaknya penduduk Indonesia yang tidak terlindungi asuransi. Data dari Asosiasi Asuransi jiwa Indonesia (AAJI), dari total penduduk Indonesia sekitar 255 juta jiwa, baru sekitar 7,5 % masyarakat memiliki asuransi.
"Rendahnya literasi keuangan ini berdampak kepada banyaknya penduduk Indonesia tidak terlindungi asuransi," imbuh Slamet.
Chief Agency Officer Bhinneka Life, Sudarwo mengatakan, pihaknya sangat mendukung program OJK untuk terus meningkatkan literasi keuangan bagi para guru SLTA.
"Sebagai pendidik generasi masa depan, guru memiliki peran panting, sehingga mengajak partisipasi guru ekonomi merupakan langkah strategis dalam mempercepat pemahaman masyarakat terhadap literasi perencanaan keuangan. Diharapkan, para guru secara terus menerus menyebarluaskan materi literasi kepada para muridnya, agar mereka memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik dan terencana", jelas Sudarwo.
Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Kediri memiliki potensi perekonomlan yang sangat tinggi. Dengan jumlah populasi mencapai hampir 300 ribu orang. Tahun 2017 lalu pertumbuhan Ekonomi Kediri melampaui pertumbuhan rata-rata nasional, mencapai 5,5%, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang berada pada 5,15%. (fat/fat)










































