Guangzhou Award yang Diincar Surabaya dan Gengsi Kota-kota di Dunia

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 28 Nov 2018 16:31 WIB
Foto: Amir Baihaqi/File
Surabaya - Guangzhou International Award for Urban Innovation sedang ramai diperbincangkan warganet, terutama warga Surabaya karena kota ini masuk daftar finalis. Lantas apa sih Guangzhou Award itu?

Dilansir dari laman www.guangzhouaward.org, ajang penghargaan internasional tersebut digelar setiap dua tahun sekali. Pemrakarsanya adalah kolaborasi antara yayasan-yayasan di bawah United Cities and Local Governments (UCLG), World Association of Major Metropolises (Metropolis) dan Pemkot Guangzhou.

Tujuan diadakannya Guangzhou Award adalah untuk mengapresiasi pembangunan dan pengembangan yang dilakukan sebuah kota.


Namun untuk biaya penyelenggaraannya sepenuhnya ditanggung oleh Pemkot Guangzhou. Itulah mengapa penghargaan ini memakai nama Kota Guangzhou.

Pemberian Guangzhou Award sendiri telah dimulai sejak tahun 2012. Untuk kota pemenang, masing-masing akan menerima hadiah sebesar 20 ribu dollar AS atau sekitar Rp 240 juta berikut trofi dan sertifikat.

Guangzhou Award yang Diincar Surabaya dan Gengsi Kota-kota di DuniaFoto: Istimewa

Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengungkapkan Guangzhou Award merupakan salah satu penghargaan yang sangat bergengsi pada level kota-kota di dunia. Untuk itu setiap kota yang terpilih sebagai finalis atau masuk nominasi berlomba-lomba dengan capaian program dan inovasi mereka.

"Kalau gengsinya kan bisa dilihat, itu tidak sembarang kota-kota yang ada dunia yang ikut. Ada Sidney, Milan, New York. Kalau menganggap ini tidak bergengsi tentu dia tidak akan mengikutinya," ungkap Fikser pada detikcom, Rabu (28/11/2018).

Akan tetapi dalam laman resminya juga disebutkan bahwa penghargaan ini tidak hanya menyasar kota-kota di negara maju, tetapi juga kota-kota di negara berkembang seperti Amerika Latin dan Asia.


Ditambahkan Fikser, selain gengsi dari penghargaan yang didapat, Guangzhou Award juga berupaya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi program yang dibuat suatu kota, sebab bagaimanapun untuk menjadikan program itu berhasil, dibutuhkan upaya yang tidak sedikit.

Seperti halnya Surabaya yang mengusung program partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan sampah agar bisa ambil bagian dalam Guangzhou Award.

"Jadi wajar saja masuk. Karena mendorong partisipasi masyarakat itu bukan sesuatu yang gampang, apalagi persoalan mengelola sampah. Dan Surabaya mampu mendorong partisipasi masyarakat itu," tegas Fikser. (lll/lll)