"Hujan deras sejak siang sekitar pukul 10.00 WIB kemarin (Selasa) sampai pukul 22.00 WIB. Longsor tanah plengsengan ini ada tiga rumah dan satu masjid yang terancam," terang salah satu pemilik rumah yang terancam longsor, Saman (60) kepada detikcom di lokasi, Rabu (28/11/2018).
Saman kemudian menceritakan longsor itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu hujan gerimis mengguyur Desa Gonggang.
"Tadi malam saat warga tidur, waktu hujan masih gerimis, tiba-tiba ada suara seperti gemuruh," ungkapnya.
Sementara itu pihak BPBD Magetan mencatat ada dua titik longsor. Titik pertama terletak di plengsengan yang berada di tengah pemukiman warga. Sedangkan titik longsor kedua berada di area persawahan warga yang berjarak sekitar 5 km dari titik longsor pertama.
"Data kita ada dua titik longsor. Selain longsor di plengsengan yang mengancam tiga rumah dan satu masjid juga ada longsor di sawah warga sekitar dua hektar," ungkap Plt Kepala BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa secara terpisah.
Titik longsor kedua di area persawahan warga. (Foto: Sugeng Harianto) |
Ari menuturkan, untuk saat ini upaya pembersihan tanah longsoran yang mengancam rumah warga telah dilakukan warga bersama TNI. Pembersihan tanah yang menutup jalan kampung tersebut dilakukan secara manual dan masih berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.
"Kita masih kerja bakti pembersihan ini dibantu oleh warga secara gotong royong dengan manual saja. Untuk persawahan yang rusak kita belum bisa dan harus dengan alat berat," tuturnya.
Untuk kerugian, Ari mengaku pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pendataan.
Dari pantauan detikcom, di tengah proses pembersihan, hujan kembali mengguyur Desa Gonggang. Saat ini warga yang rumahnya terancam longsor masih bertahan di rumah masing-masing.
Dari data yang dihimpun detikcom, ketiga rumah yang terancam longsor berisi 15 jiwa, dengan rincian rumah Saman (60) berisi 6 jiwa, rumah Sutar (50) berisi 3 jiwa dan rumah Surat (45) berisi 6 jiwa. (lll/lll)












































Titik longsor kedua di area persawahan warga. (Foto: Sugeng Harianto)