Jadi Finalis Guangzhou Award, Surabaya Sempat Duduki Posisi Puncak

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 28 Nov 2018 14:21 WIB
Foto: Icha
Surabaya - Kota Surabaya bersaing dengan 14 kota lain sebagai finalis Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018. Kota ini pun sempat menduduki puncak dalam voting yang digelar untuk memilih pemenang.

"Tanggal 25 Desember kemarin Surabaya masih di urutan 9," ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada wartawan, Rabu (28/11/2018).

Namun menurut Fikser, setelah Wali Kota Tri Rismaharini membuat vlog untuk mengajak warganya memberikan vote bagi Surabaya, posisi Kota Pahlawan dalam proses voting melonjak.

"Tanggal 25 saat itu Surabaya urutan 9. Setelah ibu (membuat) vlog dan ada pertisipasi dari banyak pihak, ada kenaikan dari 9, 7, 5, 3, 2, 1. Dan sekarang masih terus," terang Fikser.


Fikser menyebut pagi ini Surabaya sempat menduduki peringkat satu. Surabaya bersaing ketat dengan Yiwu dan Wuhan yang sama-sama berada di China.

"Sudah masuk peringat 1 pagi ini, tapi peringkat kan bergeser, ditempel ketat dua negara dari China," lanjut Fikser.

Jadi Finalis Guangzhou Award, Ini Update Peringkat Surabaya Foto: Istimewa

Terbukti siang ini, Surabaya turun lagi ke peringkat ketiga karena digeser oleh Yiwu dan Wuhan.

Menurut Fikser, perubahan peringkat ini lumrah terjadi karena voting terus diberikan, termasuk oleh warga di kota-kota lain yang masuk dalam daftar finalis. Kota-kota tersebut juga mewakili negaranya seperti Surabaya yang mewakili Indonesia.


Fikser pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan voting kepada Kota Surabaya. Ditegaskan vote memang dapat diberikan tidak hanya oleh warga Surabaya saja, tetapi juga warga di kota lain di Indonesia, mengingat Surabaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia.

"Terima kasih kepada seluruh pihak tidak hanya warga Surabaya tetapi juga luar Surabaya karena Surabaya mewakili Indonesia. Persaingan sangat ketat sekali, mereka di China juga berlomba-lomba seperti di Surabaya," jelas Fikser.

Fikser mengakui bahwa saat ini tidak mudah untuk memberikan vote memang karena server yang berulang kali down. Tetapi Namun Fikser menyarankan agar terus berusaha.

"Kesulitannya setiap kita vote kita agak susah, namun vote masih ada hingga tanggal 7 Desember," pesan Fikser. (iwd/lll)