3 Kali Gagal, Surabaya Akhirnya Wakili Indonesia di Guangzhou Award

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 28 Nov 2018 11:22 WIB
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Tercatat sudah tiga kali Kota Surabaya gagal masuk deretan kota yang layak dinominasikan untuk meraih Guangzhou International Award For Urban Innovation 2018. Namun upaya itu akhirnya terbayar tahun ini.

Bahkan kali ini Surabaya berhasil menembus 15 besar finalis penghargaan bergengsi tersebut setelah untuk keempat kalinya mengajukan proposal. Tak hanya itu, Surabaya juga menjadi satu-satunya kota yang mewakili Indonesia.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengakui Kota Surabaya sudah tiga kali gagal mengajukan proposal untuk mengikuti penghargaan ini.

"Tahun ini Surabaya masuk finalis. Selain presentasi proposal di depan 400 juri, ini juga berdasarkan vote atau dukungan dari warga Surabaya," kata Fikser saat berbincang dengan detikcom, Rabu (28/11/2018).


Fikser menambahkan, Kota Pahlawan bisa masuk dalam jajaran finalis karena sebelumnya para juri dari Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018 diam-diam sudah datang ke Surabaya untuk memberikan penilaian.

"Para juri datang bersamaan dengan acara UCLG (UCLG ASPAC atau United Cities and Local Governments Asia Pacific) beberapa waktu lalu. Tanpa pemberitahuan dan tidak mau ditemani pemkot Surabaya. Mereka ingin lihat dampak yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya secara langsung," paparnya.

3 Kali Gagal, Surabaya Akhirnya Wakili Indonesia di Guangzhou AwardFoto: Istimewa

Untuk bisa menembus 15 besar, Fikser mengaku persaingannya cukup ketat, sebab tercatat ada 66 negara yang berebut penghargaan yang sama.

"Penyeleksiannya dari 900 kota, diseleksi menjadi 169 kota dari 66 negara, kemudian diseleksi lagi menjadi 15 kota," terang Fikser.


Meski sudah masuk 15 besar, kota-kota yang menjadi finalis harus berkompetisi lagi, kali ini dengan menambahkan aspek partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat ditunjukkan dalam bentuk 'vote' secara online untuk memilih kota terfavorit.

"Kita baru tahu ada vote karena tidak ada surat resmi dari panitia dan ternyata sudah dibuka satu bulan yang lalu. Masing-masing negara sudah minta dukungan lewat website resmi kota mereka," ungkap Fikser.

Untuk memenuhi persyaratan ini, Wali Kota Tri Rismaharini pun mengajak warganya untuk memberikan 'vote' lewat sebuah vlog yang diunggah ke akun Instagram Surabaya. (lll/lll)