Tukang Ojek Mojokerto: Prabowo, Cabut Pernyataan yang Rendahkan Ojol

Tukang Ojek Mojokerto: Prabowo, Cabut Pernyataan yang Rendahkan Ojol

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 26 Nov 2018 12:49 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Pernyataan Capres nomor 2 Prabowo Subianto terkait jalur karir pemuda Indonesia cenderung menjadi tukang ojek online (Ojol), juga menuai protes di Mojokerto. Puluhan tukang ojek menuntut Prabowo mencabut pernyataan yang dinilai merendahkan profesi Ojol.

Menggunakan tiga truk, massa yang menamakan dirinya Komunitas Ojek Modern Mojopahit tiba di kantor Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka langsung berorasi sembari membentangkan poster-poster berisi tuntutan.

Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan sejumlah anggota polisi. Setelah berorasi sekitar 10 menit, tiga perwakilan massa diterima oleh pimpinan Bawaslu Kabupaten Mojokerto. Mereka menyerahkan tuntutan secara tertulis kepada lembaga pengawas Pemilu tersebut.


Koordinator Aksi Unjuk Rasa Ini Seno Panca Pramudya mengatakan, di dalam petisi tersebut terdapat tiga poin yang dituntut tukang ojek. Salah satunya meminta Prabowo mencabut pernyataan yang dinilai merendahkan karir tukang Ojol dalam pidato di acara Indonesia Economic Forum 2018 beberapa waktu lalu.

"Yang kedua mengklarifikasi maksud dari pernyataan yang disampaikan Pak Prabowo dalam pidato tersebut secara umum dan terbuka ke semua pihak. Ketiga supaya Pak Prabowo meminta maaf ke pihak-pihak yang dirugikan, khususnya ojek online, secara umum dan terbuka," terangnya kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Senin (26/11/2018).

Petisi yang disampaikan tukang ojek diterima Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Aris Fahrudin Asy At. Usai menyampaikan tuntutannya, massa tukang ojek membubarkan diri.


Aris menjelaskan, petisi tersebut akan lebih dulu dikaji bersama Bawaslu Jatim. Pengkajian itu untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran Pemilu yang diduga dilakukan Prabowo.

"Surat ini akan kami kirim ke Bawaslu Provinsi untuk dikaji lebih dalam," tandasnya.

Pernyataan yang menuai protes tersebut dilontarkan Prabowo saat berpidato di acara Indonesia Economic Forum 2018 di Shangri-La Hotel, Jakarta pada Rabu (21/11). Saat itu Prabowo menyimpulkan pidatonya terkait kenyataan saat ini yang tergambar lewat meme. Melalui power point, ia menunjukkan meme gambar 4 penutup kepala, yakni SD-SMP-SMP kemudian helm berwarna hijau.


"Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan," sebut Prabowo.

Hal-hal semacam itulah yang membuat eks Danjen Kopassus tersebut ingin membawa perubahan bagi Indonesia. Prabowo ingin pemuda Indonesia memiliki karier yang bagus. (fat/fat)