detikNews
Minggu 25 November 2018, 09:28 WIB

BPPT Dukung Masuknya Pelajaran Kopi dan Cokelat Banyuwangi ke Sekolah

Ardian Fanani - detikNews
BPPT Dukung Masuknya Pelajaran Kopi dan Cokelat Banyuwangi ke Sekolah Foto: Istimewa
Banyuwangi - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendukung Pemkab Banyuwangi untuk memberikan pelajaran tambahan tentang kopi dan cokelat bagi para pelajar. Mereka juga akan membantu menyiapkan teknologinya.

"Keinginan Banyuwangi untuk memperkenalkan dunia kopi dan kakao sebagai bahan baku cokelat kepada para pelajar sejak SMP layak diapresiasi. Apalagi jika diusulkan untuk membuka SMK jurusan kopi dan cokelat, mengingat Banyuwangi memiliki potensi kopi dan kakao yang kualitasnya telah diakui dunia," ujar Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Soni Solistia Wirawan, Sabtu (24/11/2018).

Soni juga berharap dengan adanya program ini, para pelajar bisa berinisiatif untuk tumbuh menjadi pengusaha kreatif di bidang kopi dan cokelat sebagai komoditas potensial yang ada di Banyuwangi.


"Kami sudah lama melakukan penelitian tentang kopi dan cokelat, pasti dengan senang hati kami akan mendukung rencana Banyuwangi. Mereka bisa menjadi pengusaha kreatif bidang kopi dan cokelat yang pasarnya sangat besar di dunia," tambahnya.

Dikatakan Soni, bentuk dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai hal. "Kami bisa bantu apa saja untuk pengembangan jurusan ini, misalnya memberi masukan untuk penyusunan silabus berdasarkan pengalaman yang kita miliki. Selain juga cara pemrosesan mulai pembibitan yang bagus hingga teknik pengolahan yang tepat, termasuk bantuan teknologinya seperti alat penyangrai kopi," papar Soni.

Bahkan menurut Soni, BPPT juga siap membantu pengembangan potensi pertanian yang kin marak dirintis anak-anak muda Banyuwangi.

"Di sini sudah mulai tumbuh rintisan perusahaan bidang agro, kami akan lihat mana saja yang bisa kami dukung teknologinya," ujar Soni.


Bupati Abdullah Azwar Anas mengapresiasi upaya BPPT untuk mendukung kebijakannya. Ia pun membeberkan bahwa potensi agrobisnis Banyuwangi sangat melimpah, khususnya kopi dan kakao. Bahkan kakao Glenmore Banyuwangi dikenal sebagai salah satu bahan cokelat terbaik dunia.

"Banyuwangi berkolaborasi dengan BUMN perkebunan PTPN XII juga tengah menyiapkan kegiatan ekstrakurikuler kopi dan cokelat bagi pelajar SMP dan SMA/SMK, termasuk di sekolah yang berbasis pondok pesantren. Untuk SMA dan SMK, kami mengusulkan ke pemerintah provinsi agar dibuka jurusan kopi dan cokelat," ungkap Anas.

Anas menambahkan, SMP dan SMA/SMK, termasuk yang berbasis pesantren dan lokasinya dekat dengan lokasi perkebunan bakal mulai dimasuki ekstrakurikuler kopi dan cokelat dalam waktu dekat.

"Dengan strategi ini, harapan kami bisa lahir banyak entrepreneur yang kreatif dalam menggarap potensi agro di Banyuwangi. Tidak hanya kopi dan coklat, potensi hortikultura seperti jeruk, buah naga, dan manggis Banyuwangi juga melimpah. Kami ingin BPPT membantu kami teknologi pengembangannya," lanjutnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com