DetikNews
Jumat 23 November 2018, 07:31 WIB

Serat Tebu Bisa Jadi Semen? Ini Terobosan Baru Tiga Mahasiswa ITS

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Serat Tebu Bisa Jadi Semen? Ini Terobosan Baru Tiga Mahasiswa ITS Foto: Istimewa
Surabaya - Tak perlu dibuang, limbah pabrik gula ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang baru dan berguna, yaitu semen. Inovasi ini dikembangkan oleh tiga mahasiswa Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Salah satu anggota tim, Dzikrie Fikrian Syah menjelaskan, ketika diubah menjadi semen, serat tebu ternyata diketahui memiliki kuat tarik (kekuatan tarik) yang tinggi.

"Kami ingin bisa memanfaatkan limbah pabrik gula, terlebih karena kuat tarik dari serat tebu ini ternyata cukup tinggi dan juga tahan karat," ungkapnya dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (23/11/2018).


Selain itu, lanjut Dzikrie, limbah tebu mudah didapatkan. Dan kerapatan massanya yang rendah membuat serat tebu lebih mudah diolah.

Untuk menguji semen dari serat tebu ini, Dzikrie bersama kedua temannya, M Rifat Hidayat dan Verdi Arya Rahaditya membuat beton terlebih dahulu, dengan cara mencampur pasir, kerikil dan fly ash di mesin pengaduk beton. Setelah itu, mereka menambahkan larutan aktivator ke dalam campuran tersebut.

"Aktivator ini kami buat dengan melarutkan natrium silikat dan natrium hidroksida di wadah nonlogam," jelas Dzikrie.

Selanjutnya, serat tebu kemudian ditambahkan dengan perbandingan bahan satu persen fly ash, dua persen kerikil, 0,86 persen pasir, 1,43 persen NaOH, 0,17 persen, NaSi 0,3 persen dan 0,26 persen serat tebu.

"Proses pembuatan sampai pencetakan beton ini memakan waktu lima belas menit, sedangkan proses perawatan dilakukan sejak beton berumur satu hari sampai 28 hari," lanjutnya.


Setelah betonnya jadi, dilakukan pengujian kuat tekan dan kuat tarik. Dari pengujian tersebut, kuat tarik beton ini dapat dihentikan saat mencapai 42,5 MPa. Sedangkan kuat tekannya sebesar 14,2 MPa, padahal biasanya pada beton konvensional biasanya sudah bisa dihentikan di 4,25 MPa.

"Hal ini menunjukkan bahwa kuat tarik beton dari bahan serat tebu tersebut di atas dari beton konvensional yang terbuat dari semen," tegas mahasiswa asal Jombang itu.

Tak hanya itu, beton yang dihasilkan mempunyai nilai susut yang kecil karena beton geopolimer seperti yang mereka buat adalah beton dengan kekuatan awal tinggi, yaitu sekitar 70 persen kekuatan beton tercapai di umur satu hari.

"Semoga segera ditemukan metode mix design beton geopolimer agar dapat diterapkan di konstruksi bangunan," harap Dzikrie.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed