Pemkab Trenggalek Gelar Gebyar UKM, Ini Keuntungannya

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 22 Nov 2018 16:40 WIB
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Pemkab Trenggalek bekerjasama dengan International Council for Small Business (ICSB) menggelar Gebyar UKM. Trenggalek sekaligus dipilih mewakili Zona Mataraman sebagai tuan rumah dan akan memberi kesempatan berbagai pelaku UKM untuk memperoleh pembekalan dari pakar.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan dalam Gebyar UKM ini para pakar usaha kecil dan menengah serta sejumlah perusahaan yang menjadi mitra memberikan pembekalan berbagai ilmu bisnis, mulai dari strategi produksi hingga pemasaran.

Para ahli juga melakukan kurasi beberapa produk terpilih, sehingga bisa lebih melakukan pengembangan pasar dan meningkatkan produksi.

Sebelum pelaksanaan Gebyar UKM hari ini, Bupati Trenggalek mengawali kegiatan dengan menggelar gala dinner di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraga Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut Bupati Emil mengajak ICSB untuk lebih aktif menjawab berbagai tantangan UKM.

"ICSB juga harus mendorong konsep aliansi UKM sehigga menambah daya saing dan mengelola potensi risiki dengan baik," kata Emil Elestianto Dardak, Kamis (22/11/2018).

Sementara Academic Director ICSB serta perwakilan ICSB Jatim mengapresiasi ide Bupati Trenggalek dan menyatakan kesiapan untuk lebih aktif mewadahi 11 Juta UKM di Jawa Timur. Asuransi Jiwasraya dan Bank Jatim juga siap mendorong produk keuangan bagi usaha mikro seperti asuransi kredit dan pinjaman usaha mikro.

Sementara Gebyar UKM yang digelar di Pendopo Trenggalek berlangsung meriah. Ratusan peserta dari berbagai kalangan pengusaha UKM dengan antusias mengikuti berbagai pembekalan yang diberikan para pakar. Termasuk pembekalan bisnis yang diberikan oleh ahli dari sejumlah perusahaan besar di Indonesia.

"Ini tentunya menjadi sebuah kehormatan bagi Trenggalek dan daerah sekitarnya, karena para pelaku UKM kita mendapatkan suntikan pengetahuan langsung dari para ahli. Semoga kiprah UKM ini terus maju sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat," kata Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin.

Menurutnya, perkembangan bisnis UKM saat ini berkembang pesat, mulai dari pengelolaan produksi hingga proses pemasaran. Produk-produk yang diciptakan para pengusaha lokal juga mampu menarik peminat, karena memiliki desain yang bagus dan berkualitas.

"Nah kebetulan kalau di Trenggalek ini kami mencoba untuk mengembangkan sistem komunal branding, dimana kami membuat sebuah brand atau merk yang bisa digunakan oleh seluruh pengusaha di Trenggalek. Ini tujuannya agar Trenggalek punya ciri khas dan akan mempermudah pengelolaan usaha, misalnya kalau kopi ya Kopi Wilis," katanya.

Dengan sistem tersebut, para pengusaha juga akan lebih ringan dalam melakukan promosi atau mengenalkan produknya, karena dilakukan secara bersama-sama dengan standart produk yang sudah ditetapkan. Selain itu belanja bahan baku maupun bahan lainnya juga akan lebih murah jika dilakukan dalam jumlah besar atau bersama-sama.

Sementara Gebyar UKM di Trenggalek kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-32 oleh ICSB. Sebelumnya Gebyar UKM juga dilaksanakan di Tangerang Selatan, Banten.

"Selain memiliki jiwa enterpreneur, UKM juga harus punya jiwa pemasaran, karena yang paling penting dari membuka usaha adalah faktor marketnya atau pasar. Pasarnya ada atau tidak," kata Founder dan Chairman MarkPlus In Hermawan Kertajaya. (fat/fat)