Informasi adik kandung Syaiful, Susiati (43) jenazah kakaknya akan dimakamkan di Dusun Klampok RT 2 RW 1 Kelurahan Pandanarum, Sutojayan.
"Ibu saya di Banyuwangi kondisinya sakit stroke. Saya sebagai adik kandungnya akhirnya memutuskan biar jenazah kakak saya dimakamkan di sini saja," kata Susiati kepada detikcom di rumah duka, Kamis (22/11/2018).
Menurut Susiati, kakaknya sudah 20 tahun menjadi TKI di Malaysia. Syaiful Bahri kemudian bertemu jodohnya Amah Matsukiyar, wanita asal Lamongan. Pasangan ini dikarunia dua anak. Anak pertama mereka lahir di Malaysia dan sudah kuliah di sana. Sedangkan anak keduanya, juga lahir di Malaysia masih balita diasuh oleh Susiati.
"Ini sejak kecil sudah saya asuh di sini. Makanya kalau bapaknya dimakamkan di sini biar tetap bisa dekat dengan anaknya," imbuhnya.
Kabar meninggalnya Syaiful diterima Susiati lewat telepon istrinya, Rabu (21/11) siang. Menurut Susiati, kakak iparnya hanya bilang kakaknya telah meninggal.
"Saya terakhir video call Minggu (19/11). Terus Senin saya telepon saya kirimi WA tidak dibalas. Baru Rabu (21/11) siang istrinya telepon bilang kakakmu kecelakaan dan sudah meninggal. Begitu saja," ungkapnya.
Syaiful Bahri diketahui mengurus paspor itu di Banyuwangi dan berlaku sampai 9 Nopember 2020. Sementara Kepala Disnaker Pemkab Blitar Haris Setiawan mengatakan, pihaknya belum mengetahui informasi itu.
"Kejadian seperti ini sudah sering kami alami. Kalau kami cek di situs gotkiblitar memang tidak ada. Namun kami tetap menfasilitasi pemulangan jenazah sampai pemakamannya," tandas Haris.
Informasi yang dihimpun detikcom, jenazah telah diterbangkan ke Surabaya hari ini dengan pesawat Malaysia Airlines jam 07.45am. Pesawat dilaporkan tiba di Surabaya pukul 09.30 WIB. Saat ini jenazah dalam perjalanan dari Bandara Juanda Surabaya, diperkirakan tiba di Blitar pukul 13.30 WIB. (fat/fat)