DetikNews
Rabu 21 November 2018, 19:34 WIB

Polisi Akhirnya Ungkap Motif Penyerangan di Lamongan, Apa Itu?

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Polisi Akhirnya Ungkap Motif Penyerangan di Lamongan, Apa Itu? Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Motif penyerangan pos lantas berikut petugas piketnya di Paciran, Lamongan akhirnya terungkap. Polisi menyebut aksi itu dilandasi pemahaman agama kedua pelaku yang melenceng.

Hal ini diungkapkan Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung. Bahkan menurut Feby, keduanya sengaja menciptakan teror untuk menakut-nakuti polisi.

"Mereka sengaja membuat agar polisi terteror, agar polisi takut. Motifnya ada pemahaman yang salah yang intinya ada pemahaman yang salah, kaitannya dengan pemahaman agama mereka," papar Feby kepada detikcom di RS Bhayangkara Surabaya, Rabu (21/11/2018).


Feby menambahkan, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi hal serupa terjadi kembali di masa depan. Caranya dengan mengimbau masyarakat bilamana melihat hal-hal mencurigakan dari anggota keluarga, teman atau tetangga yang dirasa mempunyai pemahaman agama yang berbeda.

Mereka dapat langsung melaporkan hal ini kepada pemerintah, polisi maupun TNI.

"Pastinya keberadaan kami disini untuk melakukan evaluasi, melakukan upaya pencegahan. Kita sudah lakukan jauh-jauh hari juga sudah mengimbau kepada warga apabila mengetahui hal-hal yang dianggap menyimpang terkait pemahaman radikal agar diinformasikan segera kepada pemerintah, TNI dan polisi," pesannya.


Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan M Fadeli mengungkapkan pelaku E dianggap biasa-biasa saja atau tidak menonjol di mata masyarakat. Salah satu penyebabnya karena pekerjaan E sebagai pemanggul ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat.

"Belum ada ke tingkat kabupaten terkait laporan adanya hal yang mencurigakan. Ini sebetulnya si Eko bekerja di pemanggul ikan di TPI sehingga dianggap biasa bermasyarakat berkeluarga sosialisasi bekerja," papar Fadeli.


Namun Fadeli menampik jika kedua pelaku merupakan warga asli Lamongan. Hanya S saja yang diakui sebagai warga Lamongan, namun E hanya 'numpang' tinggal di Lamongan namun menikah dengan orang Tuban.

"Bukan orang Lamongan, bukan kelahiran Lamongan, ternyata setelah kena masalah kemarin ditahan. Tahun 2017 dia kawin dengan orang Tuban bertempat di Lamongan," tegas Fadeli.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed