DetikNews
Rabu 21 November 2018, 16:23 WIB

Polisi Tulungagung Jerat Pembunuh Pasutri Pasal Pembunuhan Berencana

Adhar Muttaqin - detikNews
Polisi Tulungagung Jerat Pembunuh Pasutri Pasal Pembunuhan Berencana Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Satreskrim Polres Tulungagung menerapkan pasal pembunuhan berencana terhadap pelaku pembunuhan pasutri di Bangoan, Kedungwaru. Ancamannya maksimal seumur hidup.

Kasatreskrim Polres, Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo, mengatakan penerapan pasal 340 KUHP terhadap Matal (60) warga Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan.

"Kenapa kami terapkan pasal 340 KUHP, karena ternyata pelaku itu sudah tiga kali mendatangi rumah korban. Jadi dimulai jam dua siang, pelaku datang saat itu masih ada korban Barno (75) dan istrinya Musini alias Cimpling (65), dia menagih sesuatu, namun tidak diberi akhirnya pulang," kata kasatreskrim, Rabu (21/11/2018).

Berselang 10 menit, pelaku Matal kembali menagih sesuatu ke rumah korban, namun kembali gagal. Berselang beberapa saat kemudian pelaku datang lagi ke rumah korban. Dan kedatangan ketiga tersebut pelaku sudah membawa sebilah parang.


"Jadi dia sudah persiapan dengan senjata tajam berupa parang, kebetulan saat yang terakhir itu korban Barno tidak ada di rumah, karena sedang mencari rumput, kemudian pelaku menagih lagi hingga akhirnya terjadi percekcokan yang berujung pembunuhan itu," ujarnya.

Pihaknya menganggap aksi pelaku yang membawa parang ke rumah korban, salah satu bentuk rencana jahat untuk menghabisi nyawa Barno dan Musini.

Disinggung soal utang yang ditagih pelaku, kasatreskrim tidak menjelaskan dengan rinci. Ini terjadi karena saat dilakukan pemeriksaan pelaku tidak bisa mengungkapkan utang yang dimaksud.

"Jadi saat diperiksa dia mengaku nagih sesuatu anugerah, dia tidak bisa menjelaskan itu. Nah inilah yang satu ini sedang kami gali, motif besar apa sehingga melakukan pembununan itu," jelasnya.

Kasatreskrim menambahkan, untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, pihaknya sudah memeriksa melalui dokter ahli jiwa pada Senin lalu. Namun saat ini hasil pemeriksaan belum keluar.

"Pemeriksaan kami lakukan di RSa Bhayangkara Tulungagung, nanti akan diketahui dia mengalami gangguan jiwa atau tidak," imbuh perwira pertama ini.

Dia menjelaskan, selama menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik, Matal sangat kooperatif dan mampu menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan penyidik. Pihaknya tidak menemukan tanda-tanda perilaku aneh pelaku saat di hadapan penyidik.

"Makanya untuk memastikan kondisi kejiwaan, kita tunggu hasil pemeriksaan dari ahli jiwa," jelasnya.

Pasutri Barno dan Musini di bantai oleh tetangganya sendiri Matal. Pelaku menghabisi nyawa korban Sumini dengan menggorok leher korban hingga nyaris putus. Sedangkan Barno dihabisi di depan rumah pelaku saat pulang mencari rumput. Kedua korban digorok oleh pelaku menggunakan sebilah parang.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed