Mahasiswa Thailand yang Meninggal Dimakamkan di Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 21 Nov 2018 15:05 WIB
Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Jenazah Waehama Duramae (26) mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung asal Thailand batal dipulangkan ke negaranya. Pemakaman akhirnya dilakukan wilayah Tulungagung.

Proses pemakaman dilaksanakan semalam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Sejumlah mahasiswa serta pejabat IAIN ikut mengantarkan Waehama ke peristirahatan terakhirnya.

Wakil Rektor III IAIN Tulungagung Abad Badruzzaman mengatakan sebelum dimakamkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memproses pemulangan jenazah mahasiswa semester VII tersebut ke Thailand. Namun proses pemulangan tersebut terkendala oleh besaran biaya yang harus dikeluarkan hingga mencapai Rp 70 juta.


"Kami sudah menghubungi konsulat dan kedutaan Thailand, akan tetapi tidak ada solusi yang pasti terkait pemulangan itu, bahkan mereka menyerahkan prosesnya kepada pihak kampus. Dan kebetulan kemarin itu kantor mereka sedang libur," kata Abad.

Mendapati kondisi tersebut akhirnya, pihak kampus melakukan komunikasi dengan keluarga mahasiswa yang ada di Thailand selatan. Hasilnya keluarga menyepakati agar anaknya dimakamkan di TPU Plosokandang, Tulungagung.

Sementara itu salah seorang petugas keamanan kampus yang juga guru mengaji Waehama, Robingan mengatakan, pemakaman salah satu mahasiswa asing tersebut juga mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga.


"Karena keluarganya juga kurang mampu, anak tersebut kuliah di Tulungagung karena mendapatkan beasiswa. Jadi tadi malam itu sebelum dimakamkan jenazah terlebih dahulu dibawa ke kampus untuk penghormatan terakhir dan selanjutnya di bawa ke TPU," ujar Robingan, Rabu (21/11/2018).

Pihaknya, mengaku berduka atas meninggalnya mahasiswa tersebut, lantaran selama ini ia dikenal cukup baik dan tidak pernah berbuat aneh-aneh selama menjalani pendidikan di Tulungagung.

"Kebetulan dia juga belajar Tilawatil Quran bersama saya. Dia anaknya baik," kata Robingan.


Dijelaskan sebelum menghembuskan napas terakhir Waehama sempat mengalami sakit kepala dan kejang-kejang, hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit dr Iskak Tulungagung pada Sabtu malam. Waehama akhirnya meninggal dunia pada Minggu pagi setelah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

"Awalnya dikira kesurupan, setelah saya tengok tidak demikian, dia kejang-kejang dan sempat pingsan beberapa kali, saat itu juga kami bawa ke rumah sakit," tandasnya. (iwd/iwd)