"Beliau (Miftahul Ulum) meninggal karena sakit, karena setelah kejadian kecelakaan itu, diketahui mengalami gangguan liver dan beberapa kali bolak balik masuk rumah sakit," ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Jember Hafidi, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
Menurut Hafidi, sakitnya pria yang akrab dipanggil Cak Ulum itu, pertama kali menjalani perawatan intensif di RSD Patrang. "Sekitar seminggu dirawat di rumah sakit, kemudian dirujuk ke Surabaya," katanya.
Di rumah sakit mana tepatnya Cak Ulum menjalani perawatan di Surabaya, Hafidi mengaku lupa. "Setelah itu pulang dan masuk rumah sakit lagi. Sekitar 2 hari yang lalu pulang, dan dirawat di rumahnya, Klompangan. Barusan sekitar jam 1 saya dikabari beliau meninggal," jelasnya.
Hafidi mengaku wafatnya Cak Ulum meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi warga NU dan keluarga besar PKB.
"Kita kehilangan sosok seorang tokoh besar, sang pemersatu, semoga amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT," ungkapnya berduka.
Jenazah Cak Ulum dikebumikan di rumah duka Dusun Krajan, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung. Dan dimakamkan di pemakaman umum Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah. Sejumlah tetangga serta anggota dari PC Anshor Jember, dan DPC PKB setempat mendatangi rumah duka untuk turut mendoakan Cak Ulum. (fat/fat)











































