DetikNews
Selasa 20 November 2018, 19:48 WIB

Festival Endhog-endhogan, Peringatan Maulid Nabi ala Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Festival Endhog-endhogan, Peringatan Maulid Nabi ala Banyuwangi Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Festival Endhog-Endhogan yang digelar dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad di Banyuwangi berlangsung meriah. Ribuan kembang endhog diarak dari empat penjuru menuju titik kumpul di depan Kantor Pemda Banyuwangi.

Kembang endhog terbuat dari endhog (telur) yang diletakkan di tangkai-tangkai bambu yang dihias bunga kertas. Kembang endhog tersebut lantas dirangkai di judang atau wadah khusus untuk kembang endhog. Ada yang terbuat dari pelepah pisang, gabus dan lain sebagainya.

Tak hanya kembang endhog, masyarakat juga membawa ratusan ancak yang berisi makanan dan lauk, untuk disantap bersama seusai peringatan Maulid Nabi Muhammad ala Banyuwangi ini.

Saat kembang endhog diarak, warga juga membunyikan rebana serta menarikan tarian kuntulan.


Festival Endhog-endhogan, Peringatan Maulid Nabi ala BanyuwangiFoto: Ardian Fanani

Festival Endhog-Endhogan merupakan bagian dari ekspresi khas kecintaan masyarakat Banyuwangi kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini diutarakan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko yang melepas acara ini.

"Tradisi endhog-endhogan ini merupakan tradisi yang khas Banyuwangi. Tak ada di tempat lain. Ini adalah bentuk ekspresi kecintaan warga Banyuwangi kepada Nabi Muhammad," ungkap Yusuf kepada wartawan, Selasa (20/11/2018).

Festival Endhog-endhogan, Peringatan Maulid Nabi ala BanyuwangiFoto: Ardian Fanani

Kembang endhog sendiri bukan semata hiasan ataupun hiburan. Namun sarat dengan nilai-nilai filosofis. Hiasan bunga pada bambu hingga buah berbentuk telur memiliki makna tersendiri.

"Ini adalah visualisasi dari kelahiran Nabi Muhammad yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Bambu yang tak berbunga dan berbuah, bisa berbunga dan berbuah berkat rahmat Allah yang diberikan atas kelahiran Nabi Muhammad," terangnya.


Lebih dari itu, lanjut Yusuf, yang terpenting dari peringatan Maulid Nabi tersebut adalah semangat untuk meneladaninya. "Jangan sampai kita semangat saat pawai, tapi lupa untuk meneladani apa yang telah Nabi Muhammad ajarkan," pungkasnya.

Rangkaian Festival Endhog-Endhogan ditutup dengan tausiyah maulid yang disampaikan oleh Ustad Andi Nur Hidayat sekaligus doa. Kemudian ancak yang diarak dimakan bersama, sedangkan kembang endhognya dibagikan ke segenap pengunjung.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed