DetikNews
Selasa 20 November 2018, 13:27 WIB

Ini Keseruan Tradisi Keresan Peringati Maulid Nabi di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ini Keseruan Tradisi Keresan Peringati Maulid Nabi di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Warga Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mempunyai tradisi khusus untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Namanya Keresan. Seperti apa keseruannya?

Tradisi ini diawali dengan pawai keliling kampung dan pengajian umum di masjid Dusun Mengelo. Namun yang menjadi fokus utama dalam tradisi ini adalah dua pohon kersen (keres dalam bahasa Jawa) yang ditancapkan di tengah jalan desa tepat di sebelah timur masjid.

Kedua pohon yang daunnya sudah kering itu kemudian dipenuhi dengan berbagai barang, mulai dari pangkal pohon yang dikelilingi kelapa muda dan nanas. Hingga bagian rantingnya yang sarat dengan pakaian, topi, sepatu, sandal dan sayur terung.

Belum tuntas doa dilantunkan, ratusan orang yang berkumpul di lokasi serentak menyerbu kedua pohon kersen. Tak hanya kaum pria, anak-anak hingga ibu-ibu juga tak mau ketinggalan berebut aneka hadiah di pohon kersen.


Tak sedikit dari warga yang nekat memanjat pohon kersen hingga beberapa rantingnya patah. Tak pelak sejumlah orang terjatuh dari pohon tersebut. Demi mendapatkan sebanyak mungkin pakaian dan barang berharga lainnya, mereka mengabaikan keselamatan.

Salah satunya Ngatemi (57). Perempuan berhijab ini ikut berjubel dengan ratusan warga lainnya hanya untuk mendapatkan terung gratis. Ia mengaku sudah dua kali mengikuti tradisi ini.

"Mau saya masak kare sama tahu besok. Tak takut (ikut rebutan), senang," kata Ngatemi kepada wartawan di lokasi, Selasa (20/11/2018).

Lain halnya dengan Muhammad Zainuri. Dari tradisi keresan kali ini, ia mendapatkan banyak 'hadiah', mulai dari sepatu, sandal, topi, nanas hingga kelapa muda.

"Sudah setiap tahun saya ikut keresan. Ini hasilnya mau saya bagi ke teman-teman," ungkapnya.

Tak sampai 30 menit, ratusan pakaian, sandal, sepatu dan barang berharga lainnya di kedua pohon kersen habis diambil warga. Bahkan banyak yang jatuh dari pohon. Beruntung mereka hanya mengalami luka-luka lecet.


Sekretaris Panitia Keresan Dusun Mengelo Taufik menjelaskan, tradisi ini digelar setiap tahun sejak zaman leluhurnya. Keresan ini utamanya untuk memeriahkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurut Taufik, berbagai hadiah yang dipasang di pohon kersen merupakan hasil iuran warga Mengelo. Sebagian besar sepatu, sandal dan pakaian merupakan produk industri rumahan warga setempat.

"Pohon keres itu kan ranting, daun dan buahnya banyak. Filosofinya kalau dipakai tradisi Maulid Nabi, harapan kami rezeki warga Mengelo terus berbuah tak ada putusnya, ke depan anak turun kami rezekinya banyak," terangnya.



Tonton juga 'Peringatan Maulud Nan Unik Bernama Weh-wehan':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed