DetikNews
Senin 19 November 2018, 17:41 WIB

Ini Cara Polres Banyuwangi Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan

Ardian Fanani - detikNews
Ini Cara Polres Banyuwangi Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Kesadaran masyarakat berlalu lintas diapresiasi Polres Banyuwangi. Seiring berbagai kegiatan Satuan Lalu Lintas Polres yang ada di ujung Timur Pulau Jawa ini, angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas turun drastis.

"Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Banyuwangi yang semakin mengerti dan mematuhi peraturan lalu lintas. Semakin hari semakin turun saja untuk jumlah pelanggar dan angka kecelakaan di jalan," ujar Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Prianggo Malau Parlindungan kepada wartawan, Senin (19/11/2018).

Dari data Satlantas Polres Banyuwangi, selama Operasi Zebra Semeru digelar tahun 2016 pelanggaran tilang sebanyak 1.152. Sedangkan tahun 2017 sebanyak 4.822 pelanggar dan tahun 2018 turun jadi 2.592 pelanggar yang dikenakan sanksi tilang.

"Pelanggaran didominasi karena tak menggunakan helm SNI sebanyak 414 pelanggaran, melawan arus 101 pelanggaran, dan menggunakan ponsel saat berkendara 51 pelanggaran. Sementara pengendara di bawah umur sebanyak 124 pelanggar, tidak memakai safety belt 187 pelanggar, dan lain-lain sebanyak 1.715 pelanggaran," tambahnya.

Sementara itu hampir seluruh pelanggar dikenakan sanksi tilang dengan membayar denda. Tapi yang terbanyak, mereka melakukan pembayaran denda dengan sistem e-tilang. Bagi para pelanggar yang dikenakan sanksi tilang, cukup menunjukkan bukti pembayaran dari bank ke kantor Kejari Banyuwangi.

"Semoga saja pasca digelarnya Operasi Zebra ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Banyuwangi dalam berlalu lintas," jelasnya.

Selain penegakan hukum, anggota Polres Banyuwangi juga memberlakukan kegiatan preventif, sosialisasi penyebaran spanduk, program keamanan lalu lintas dan program keselamatan lalu lintas.

Polres Banyuwangi juga memperkenalkan berbagai program preventif meliputi pengaturan lalu lintas, penjagaan, pengawalan dan patroli lalu lintas.

"Program kita sosialisasikan ke berbagai lokasi. Salah satunya adalah pondok pesantren," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed