DetikNews
Minggu 18 November 2018, 19:23 WIB

Mlaku-mlaku Nang Tunjungan

Mlaku-mlaku Nang Tunjungan, Ojok Lali Mangan Semanggi, Rek!

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Mlaku-mlaku Nang Tunjungan, Ojok Lali Mangan Semanggi, Rek! Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Pemkot Surabaya tak main-main dalam menghidupkan nostalgia masyarakat akan Jalan Tunjungan. Hal ini diwujudkan dari sering digelarnya perhelatan festival Mlaku-mlaku nang Tunjungan.

Namun, tak lengkap rasanya jika jalan-jalan ke Tunjungan tanpa mencicipi sajian kulinernya. Misalnya saja, untuk makanan khas Surabaya ada sajian lezat, Semanggi Surabaya.

Semanggi merupakan kudapan dari daun semanggi hingga tauge yang direbus dan disiram bumbu pecel. Bedanya, bumbu pecel semanggi tak hanya dari olahan kacang dan rempah saja, namun ada pula campuran ubi rebus yang membuatnya lebih kental.

Jika ingin pedas, pecel semanggi juga bisa ditambahkan sambal sesuai keinginan. Semanggi pun nikmat disantap dengan kerupuk puli berwarna kuning yang lebar. Biasanya, masyarakat lebih suka menyantap semanggi menggunakan kerupuk yang dijadikan sendok. Harganya pun hanya Rp 10.000 untuk setiap porsinya.


Salah satunya Fitria Madia, mahasiswa Unesa ini mengaku cukup menyukai semanggi Surabaya. Namun saat awal mencicipi, dia sempat kaget lantaran dipikir semanggi itu mirip pecel.

"Awal coba rasanya cukup mengejutkan karena bentuknya seperti pecel, tapi ketika dimakan rasanya enak banget, manis," kata Fitria Madia saat ditemui di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (18/11/2018).

Semanggi instanSemanggi instan (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

Fitri juga mengaku cukup tertarik dengan semanggi instan yang kini banyak diproduksi. Misalnya saja semanggi instan merek Selendang Semanggi yang lebih fleksibel untuk dijadikan oleh-oleh.

"Jadi enak ndak mie aja yang instan, sekarang ada semanggi instan bisa buat oleh-oleh," tambah Fitri.


Sementara itu, owner Selendang Semanggi, Aminah mengatakan inovasinya ini melihat dari semanggi yang dulunya tak bisa dibawa sebagai oleh-oleh. Akhirnya, semanggi instan ini pun diproduksi dan berhasil meraih penghargaan.

"Semanggi instan ini saya buat tahun 2012, dapat penghargaan tahun 2015. Namanya Selendang semanggi. Supaya orang Surabaya masih tetap bisa menikmati makanan khas semanggi Surabaya," papar Aminah.

Dalam satu kotak semanggi instan ini, bisa digunakan untuk empat porsi. Semanggi tersebut juga telah dilengkapi dengan bumbu dan kerupuk. Harganya juga cukup terjangkau hanya Rp 50 ribu untuk setiap kotaknya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed