DetikNews
Jumat 16 November 2018, 20:37 WIB

Pelaku Pembunuhan Pasutri di Tulungagung Diduga Idap Gangguan Jiwa

Adhar Muttaqin - detikNews
Pelaku Pembunuhan Pasutri di Tulungagung Diduga Idap Gangguan Jiwa Polisi mengevakuasi jenazah korban (Foto: Adhar Muttaqin)
Tulungagung - Matal (60) pelaku pembunuhan pasangan suami istri di Bangoan Tulungagung diduga mengalami gangguan jiwa. Polisi akan melakukan pemeriksaan mendalam guna memastikan dugaan itu.

"Kalau menurut informasi dari beberapa tetangga, pelaku pernah mengalami gangguan jiwa, tapi kami tidak percaya begitu saja harus ada pembuktian secara hukum," kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo, Jumat (16/11/2018).

Rencananya, penyidik akan melakukan serangkaian tes kejiwaan serta meminta keterangan dari saksi ahli guna memastikan kondisi kejiwaan pelaku. Proses itu penting dilakukan, karena kejiwaan pelaku akan berpengaruh terhadap proses hukum yang akan dijalani.

"Seluruh tahapan pemeriksaan akan kami lakukan, hasilnya seperti apa ya ditunggu saja," ujarnya.

Menurut warga Matal dikenal sosok yang pendiam dan rajin beribadah. Salah seorang warga, Anggi, mengatakan kejadian pembunuhan sadis tersebut cukup mengagetkan warga, lantaran pelaku selama ini dikenal sebagai sosok yang pendiam, bahkan yang bersangkutan juga sering menjadi imam saat kegiatan Jamaah Yaasin maupun tahlilan.


"Tidak tahu masalahnya apa, katanya terkait beras atau apa kurang jelas. Kalau kata tetangga-tetangga sini memang iya (pernah mengalami gangguan jiwa)," kata Anggi.

Menurutnya selama ini pelaku dan warga hidup berdampingan seperti biasa dan tidak ada persoalan yang berarti. Bahkan pelaku juga bekerja sebagai pedagang pentol seperti biasa dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan.

"Kalau terkait gangguan jiwa benar atau tidak saya kurang tahu, tapi yang jelas dia tidak mengganggu warga yang lain," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan warga lain, Insiyah. Menurutnya ia sering membeli pentol yang dijual oleh pelaku Matal.


"Kebetulan rumah kakek di Bangoan sini, jadi kalau pas ke sini saya sering beli pentol Pak Matal itu. Dulu sebelum jualan pentol, dia jualan kerupuk," kata Insiyah.

Sebelumnya sepasang suami istri Barno (75) dan Musini (65) warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Tulungagung dibunuh oleh tetangganya sendiri, Matal. dengan menggunakan sebilah parang. Kedua korban tewas di lokasi kejadian dengan luka mengenaskan.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed