DetikNews
Kamis 15 November 2018, 15:56 WIB

Duh, Siswa Korban Pelecehan Guru di Blitar Pernah Beberapa Kali Diperkosa

Erliana Riady - detikNews
Duh, Siswa Korban Pelecehan Guru di Blitar Pernah Beberapa Kali Diperkosa Foto: Zaki Alfarabi/detikcom
Blitar - Fakta mengejutkan diungkap Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2) Pemkab Blitar saat mendampingi seorang siswi SMP Negeri di Kecamatan Nglegok yang menjadi korban pelecehan gurunya sendiri.

Usai dilecehkan gurunya, siswa kelas 1 ini melapor kepada polisi. Dan dalam laporan tersebut, korban mengaku pernah diperkosa delapan pria di kampungnya. Mereka adalah para penambang pasir dan satu oknum kepala dusun.

Pendamping P2TP2 Pemkab Blitar Yulis Hastuti pun mengaku sangat terkejut dengan pengakuan bocah berusia 13 tahun itu. Menurut Yulis, korban diperkosa beramai-ramai di bawah pengaruh minuman keras.


"Saat saya dampingi ke polisi, korban membuat pengakuan yang mengejutkan. Korban cerita pernah diperkosa delapan pria. Mereka para penambang pasir di desanya dan satu oknum kepala dusun setempat. Dia diperkosa setelah sebelumnya dicekoki minuman keras hingga hilang kesadaran," beber Yulis saat dikonfirmasi detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (15/11/2018).

Ironisnya lagi, Yulis mengungkapkan, aksi ini dilakukan para pelaku lebih dari satu kali di beberapa lokasi.

"Perkosaan, pengakuan korban dilakukan di areal wisata Bukit Teletubis. Kemudian diulangi lagi beberapa tempat lain masih di wilayah Kecamatan Nglegok. Korban juga mengaku selalu diberi uang oleh para pelaku setelahnya," lanjutnya.

Bahkan aksi perkosaan yang melibatkan anak di bawah umur ini ternyata sudah menjadi hal yang wajar di areal penambangan pasir Kecamatan Nglegok, tepatnya di sekitar Sungai Dam Mbladak.

"Tim kami melakukan penelusuran, ternyata ada dua anak di bawah umur lainnya yang mengalami hal serupa dengan korban ini. Mereka juga siswi-siswi SMPN di Nglegok sana," tandasnya.


Fakta yang diungkap P2TP2 Pemkab Blitar ini juga dibenarkan Kapolsek Nglegok AKP Agus Tri Susetyo.

"Iya memang benar kami terima laporan dugaan pemerkosaan yang identitasnya sama dengan korban pencabulan oknum guru itu. Laporan kami terima 22 Oktober lalu. Karena korbannya anak di bawah umur, maka kasus langsung kami limpahkan ke PPA Satreskrim Polres Blitat Kota," pungkas Agus.

Diberitakan sebelumnya, korban bermaksud mengantar temannya berganti baju di kamar mandi sekolah. Tetapi saat bertemu guru tersebut, yang bersangkutan dilarang masuk ke kamar mandi dan justru diajak masuk ke kamar mandi lainnya. Di situlah aksi pelecehan terjadi.

Bahkan usai melecehkan korban, teman korban yang baru keluar kamar mandi juga dipeluk dan diciumi pelaku.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed