DetikNews
Kamis 15 November 2018, 13:57 WIB

Kades dan Empat Anak Buahnya di Mojokerto Dibui Terkait Pungli

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kades dan Empat Anak Buahnya di Mojokerto Dibui Terkait Pungli Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Kades Selotapak, Kecamatan Trawas, Tisno dan 4 panitia program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dijebloskan ke Lapas Klas IIB Mojokerto. 5 Tersangka itu melakukan pungli pengurusan sertifikat tanah terhadap 702 pemohon.

Mereka menjalani pemeriksaan di ruang Pidana Khusus Kejari Mojokerto sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Tanpa memakai rompi tahanan, sekitar pukul 11.00 WIB mereka digelandang menuju mobil yang mengantar ke Lapas Klas IIB di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto.

"Kami hari ini menerima pelimpahan tahap 2 perkara pungli di Desa Selotapak yang dilakukan Kepala Desa Selotapak dan panitia PTSL. Kami tahan selama 30 hari ke depan untuk tahap penuntutan," kata Kasi Pidsus Kejari Mojokerto Agus Hariono kepada wartawan di kantornya, Jalan RA Basuni, Sooko, Kamis (15/11/2018).

Selain Kades Selotapak Tisno, 4 tersangka yang ditahan adalah Ketua Panitia PTSL Lanaroe (51), Wakil Panitia Isnan (51), Anggota Panitia PTSL Slamet Santoso (46) dan Bendahara Desa Selotapak Muslik (36).

Menurut Agus, kelima tersangka sepakat melakukan pungli program PTSL sebesar Rp 600 ribu/bidang tanah. Korbannya mencapai 702 warga Selotapak.

"Kades menerima hasil pungli Rp 180 juta yang dihabiskan untuk keperluan pribadi, sedangkan Rp 230 juta untuk operasional PTSL dan sisanya dibagikan ke panitia," terang Agus.

Pada Januari 2017, Badan Pertahanan Nasional (BPN) menetapkan Desa Selotapak sebagai salah satu penerima program PTSL. Sebanyak 702 bidang tanah milik warga menjadi sasarannya.

Kades Selotapak Tisno (46), warga Dusun Jaten, Desa Selotapak pun membentuk panitia PTSL. Setelah panitia terbentuk, dia melakukan sosialisasi ke para penerima program PTSL terkait biaya yang harus dibayar, yakni sebesar Rp 600 ribu/bidang tanah.

Ternyata Tisno bersekongkol dengan panitia PTSL untuk meraup keuntungan pribadi. Mereka membagi dana yang dikumpulkan dari 702 penerima program untuk mereka nikmati sendiri.

Akibat perbuatannya, tambah Agus, Tisno dan kawan-kawan dijerat pasal 12 huruf e terkait Pemerasan dan Pasal 11 terkait Gratifikasi UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara," tandasnya.


Saksikan juga video 'Anies Siap Tindak Tegas Lurah DKI yang Ketahuan Pungli!':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed