DetikNews
Senin 12 November 2018, 21:33 WIB

10 Anak Tertangkap Basah Ngelem, Pemkot Surabaya Turun Tangan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
10 Anak Tertangkap Basah Ngelem, Pemkot Surabaya Turun Tangan Foto: Istimewa
Surabaya - Pemkot Surabaya turun tangan menangani kasus 10 anak yang tertangka basah ngelem di Balai RT di Tenggilis. Pemkot akan turun tangan melakukan pendampingan.

"Pemkot akan melakukan pendampingan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A). Data mereka akan kami teruskan kepada mereka. Nantinya akan ada pendampingan psikolog dan melakukan pendalaman kepada pihak keluarga, kenapa kok bisa begini," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada detikcom, Senin(12/11/2018).

Fikser mengatakan Dinas Pendidikan dan DP5A akan berjalan bersama. Mereka berjalan beriringan untuk membantu mengatasi problem anak-anak di bawah umur tersebut.


"Nanti dinas pendidikan akan jalan. DP5A juga ikut melakukan pendampingan. Nantinya kamiu akan melakukan penyelesaian kepada duduk persoalannya. Sebab anak-anak bisa melakukan hal seperti itu persoalannya macam-macam. Mungkin biasa pengaruh dari luar, ada problem dengan orangtua dan persoalan pribadi," ujar Fikser.

Fikser juga menjelaskan Pemkot Surabaya melalui Satpol PP terus melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang bergerombol yang ditengarai melakukan aktivitas mencurigakan.

"Biasanya kami melalui Satpol PP aktif melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang bergerombol di tempat seperti itu. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan yang tidak diingikan terjadi. Selain itu kami akan meminta lingkungan di sekitar khususnya RT RW untuk aktif melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Sebab ibu Wali Kota pernah bilang anak-anak di Kota Surabaya ini adalah anak kita bersama, ketika anak-anak ada persoalan mari saling menjaga selamatkan mereka," terang Fikser.


Fikser juga mengimbau kepada warga Kota Surabaya agar berperan aktif, jika nanti kedapatan melihat anak-anak melakukan hal yang sama agar segera melaporkan kejadian itu dengan cepat.

"Perintah ibu wali kota agar masyarakat turut aktif melaporkan kejadian tersebut, jika mengetahui hal itu segera laporkan kepada aparat keamanan dan pemkot supaya mereka tidak terjerumus dalam hal-hal yang lebih jauh," tandas Fikser.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed