DetikNews
Jumat 09 November 2018, 13:34 WIB

Musim Hujan, 9 Kecamatan di Ponorogo Rawan Longsor

Charolin Pebrianti - detikNews
Musim Hujan, 9 Kecamatan di Ponorogo Rawan Longsor File
Ponorogo - Musim penghujan sejumlah kawasan di Ponorogo mulai dilanda kekhawatiran. Sebab, data dari BPBD Ponorogo, ada 9 kecamatan rawan bencana longsor.

Yakni Kecamatan Pulung, Ngebel, Sooko, Pudak, Sambit, Sawoo, Slahung, Ngrayun dan Badegan.
Sedangkan wilayah rawan banjir ada 12 kecamatan. Yakni, Kecamatan Kota, Siman, Mlarak, Balong, Kauman, Babadan, Sukorejo, Bungkal, Sambit, Sampung, Slahung dan Jenangan.

"Kami sudah melakukan berbagai antisipasi dalam menghadapi bencana banjir," tutur Kabid Kedaruratan dan Logistik Setyo Budiono kepada detikcom, Jumat (9/11/2018).

Budi sapaannya, menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan personel dan sarana prasarana. Seperti melakukan pengecekan alat pendeteksi banjir Early Warning System (EWS), normalisasi sungai dan imbauan kepada masyarakat agar tak membuang sampah ke sungai.

Sedangkan untuk kawasan longsor, tim BPBD sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar mengamati perkembangan gerakan tanah, pohon yang miring, sumber mata air yang keruh, sumur yang keruh dan intensitas hujan selama 2 jam.

"Paling penting cari tempat aman jika dirasa lingkungannya tidak aman karena hujan," imbuh dia.

Ditanya awal masuk musim penghujan, lanjut Budi, ada 3 laporan masyarakat terkait bencana. Adanya laporan longsor di Jalan Raya Jenangan, laporan jembatan ambrol yang disebabkan konstruksi rapuh ditambah debit air meninggi dan adanya laporan pohon roboh akibat angin puting beliung di Desa Broto.

"Kami menyiapkan tim reaksi cepat, jika ada laporan kami langsung bergerak ke pusat bencana untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik terutama di musim penghujan ini mengingat Ponorogo rawan bencana longsor dan banjir," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed