DetikNews
Jumat 09 November 2018, 12:35 WIB

100 Hari Berlayar, KRI Bima Suci Tiba di Surabaya

Deni Prastyo Utomo - detikNews
100 Hari Berlayar, KRI Bima Suci Tiba di Surabaya Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Pelayaran KRI Bima Suci akhirnya tiba di Dermaga Ujung Koarmada II, Jumat (9/11/2018). Kapal layar latih ini tiba di Surabaya setelah 100 hari berlayar.

Kedatangan para awak kapal dan taruna ALL yang berlayar ini sudah ditunggu sanak keluarga masing-masing. Tak pelak, air mata pun bercucuran di antara mereka.

KRI Bima Suci ini telah berhasil melaksanakan operasi Muhibah dan Pelayaran Jalan Krida 2018. KRI Bima Sakti ini penerus kapal lengenda kapal Dewaruci yang telah mengarungi samudera mulai 2 Agustus-9 November 2018.

Kapal Bima Suci yang dikomandoi Letkol Laut Widiyatmoko Baruno Aji ini, membawa 210 personel. Di antaranya 100 Taruna ALL, 18 instruktur, 88 awak kapal dan 4 wartawan.

Tercatat kapal Bima Suci sudah singgah di 8 kota 6 negara. Yakni Jepang, Korea Selatan, Cina, Filipina, Singapura dan Rusia, dengan menempuh jarak 9.787 km.

Panglima Koarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto mengatakan KRI Bima Suci berhasil melakukan pelayaran astronomi. Dengan rute dari Surabaya menuju ke Singapura hingga ke Rusia.

Awak KRI Bima Suci bertemu keluarganya/Awak KRI Bima Suci bertemu keluarganya/ Foto: Deny Prastyo Utomo

"Ini merupakan pelayaran astronomi. Ini juga untuk melatih para taruna dengan memanfaatkan pelayaran astronomi. Mereka juga belajar pelayaran visual, alat-alat tanda di kapal dan di darat serta pelayaran datar. Sehingga ini sangat penting bagi mereka. Selain itu kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahari," tambah Laksda TNI Mintoro.

Dia menyebutkan jika kapal Bima Suci yang dijadikan kapal layar latih ini dibuat di Vigo, Spanyol. Dengan berlayar menggunakan kapal ini taruna bisa berlatih berlayar. Sebab kapal ini memiliki 26 layar kembang.

"Kapal ini sungguh luar biasa. Di sini ada 26 layar yang bisa dikembangkan, dengan kecepatan mencapai 17 knot," ungkap Mintoro.

Mintoro mengakui dirinya bangga terhadap awak kapal Bima Suci, khususnya para taruna ALL yang berhasil berlayar mengarungi samudera.

"Saya bangga dengan prajurit yang ada di sini. Taruna ALL mereka ada calon-calon pemimpin khususnya di laut, bagi bangsa Indonesia ke depan," tandasnya.

Tak hanya membawa misi operasi Muhibah dan Pelayaran Jalan Krida 2018, KRI Bima Suci juga mengemban tugas utama sebagai duta budaya dan misi diplomasi. Mereka juga turut andil dalam event internasional diantaranya SCF Tall Ship Reggatta di Korea Selatan dan Rusia serta Internsional Fleet Review (IFR) yang diikuti 46 negara.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed