DetikNews
Kamis 08 November 2018, 15:37 WIB

Polisi Temukan Bukti Kebohongan Bocah 9 Tahun yang Ngaku Diculik

Enggran Eko Budianto - detikNews
Polisi Temukan Bukti Kebohongan Bocah 9 Tahun yang Ngaku Diculik Rumah yang diaku si bocah tempat dia diculik (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Polisi menemukan bukti kuat yang bisa jadi akan mematahkan kisah penculikan bocah berusia 9 tahun di Mojokerto. Alat bukti tersebut akan dipadukan dengan hasil pemeriksaan kejiwaan si bocah.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, bukti tersebut berupa rekaman CCTV di simpang 5 Kenanten, Kecamatan Puri. Dalam rekaman tersebut, nampak si bocah bersepeda seorang diri pada Minggu (4/11) pukul 17.00 WIB.

Tak seorang pun yang membuntuti bocah kelas V SD tersebut. Sementara dalam kisahnya, si bocah mengaku dibututi dua pria yang mengendarai motor matic untuk menunjukkan letak wilayah Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

"Dalam rekaman CCTV itu mirip dia (si bocah). Kemiripan pada sepeda angin yang digunakan dan pakaian yang dikenakan saat itu," kata Fery saat dihubungi detikcom, Kamis (8/11/2018).


Kendati begitu, lanjut Fery, pihaknya tak mau gegabah menyimpulkan kisah penculikan yang dilaporkan bocah asal Dusun Trenggumung, Desa Tambakagung, Puri itu hanya sebuah karangan. Pasalnya, sampai saat ini bocah tersebut masih kukuh tak mengarang cerita.

Oleh sebab itu, Fery akan memadukan bukti rekaman CCTV dengan hasil pemeriksaan kejiwaan oleh psikolog terhadap si bocah.

"Kami juga menunggu hasil tes kejiwaan muncul, nanti kami kuatkan dengan bukti CCTV," terangnya.


Seorang bocah berusia 9 tahun mengaku diculik oleh 2 pria tak dikenal saat pulang mengaji di Dusun Tegalsari, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto pada Minggu (4/11) sore. Korban dibawa pelaku ke rumah kosong di blok A 2 No 34, Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Bocah kelas V SD ini mengaku bisa meloloskan diri saat pelaku penculikan lengah. Korban pun mengadu ke ibunya. Bersama sang ibu, dia melapor ke polisi.

Namun setelah melakukan penyelidikan, petugas menemukan sejumlah ketidak sesuaian antara kisah si bocah dengan fakta di lapangan. Bocah asal Dusun Trenggumung, Desa Tambakagung, Puri, Kabupaten Mojokerto itu diduga mengarang cerita penculikan.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed