DetikNews
Sabtu 03 November 2018, 12:23 WIB

Seorang Nenek Tewas Tersambar KA Brantas Saat Bawa Becak

Adhar Muttaqin - detikNews
Seorang Nenek Tewas Tersambar KA Brantas Saat Bawa Becak Foto: Istimewa
Tulungagung - Seorang nenek tewas setelah becak yang dibawanya tersambar KA Brantas jurusan Pasar Senen-Blitar, di perlintasan berpalang pintu di Gilang Tulungagung.

Kanit Lakalantas Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Diyon Fitrianto mengatakan, korban diidentifikasi bernama Sukarmi (72) warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya, sehingga meninggal di lokasi kejadian.

"Peristiwa berawal saat korban ini keluar dari kampung membawa becak yang memuat dagangan. Kemudian saat di perlintasan kereta api di wilayah Gilang, ada Kereta Api Brantas 176 yang akan melintas dari arah barat," kata Kanit Lakalantas, Sabtu (2/11/2018).

Saat itu petugas penjaga perlintasan telah menutup palang pintu sebagai pengaman perjalanan kereta api. Sedangkan korban berada di dalam pintu perlintasan, hal ini terjadi karena lokasi ujung gang kampung tersebut berada di dalam perlintasan.

"Saat itu petugas sudah memberitahu korban jangan melintas karena ada kereta mau lewat, namun pada saat petugas konsentrasi untuk mengamankan kereta yang datang, tiba-tiba ibu itu menyeberang," ujarnya.

Akibatnya becak milik pedagang soto itu tersambar KA Brantas dan korban pun langsung terjatuh. Namun karena luka yang dialami cukup serius nenek tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban Sukarmi langsung dievakuasi ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk proses visum. Sedangkan kereta api yang dibawa masinis Eko Andrianto sempat berhenti di lokasi kejadian untuk proses pemeriksaan kondisi kereta.

"Kondisi kereta sudah kami lakukan pengecekan, namun masih dalam kondisi aman, sehingga bisa melanjutkan perjalanan menuju Blitar," kata Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko.

Dijelaskan, secara prosedur pengamanan jalur perlintasan, seluruh petugasnya telah menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari menutup pintu perlintasan hingga mengingatkan korban.

Selain itu masinis kereta api juga telah membunyikan semboyan 35 atau klakson tanda peringatan kereta sedang melintas. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rambu-rambu saat melintas di perlintasan kereta api.

"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ibu Sukarmi, semoga diterima di sisiNYA dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucap Ixfan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed