Kasie Humas Polsek Plosoklaten Bripka Mayanto menjelaskan, saat itu korban sedang menaikkan pasir ke truk.
"Longsor di bawah tebing itu hanya terkena korban saja. Karena korban tidak sadar kalau tebing tersebut longsor," jelas Mayanto, Sabtu (3/11/2018).
Korban pun berhasil dievakuasi Jumat sore. Pihak keluarga meminta jenazah langsung dimkamkan, karena kejadian ini dianggap musibah.
"Kemarin keluarga meminta korban jenasah lngsung dibawa pulang dan dimakmkan karena dianggap musibah," pungkas Mayanto.
Sementara kematian kenek truk ini membuat BPBD Kediri kesal. Para penambang pasir dianggap bandel dan tidak menjaga keselamatannya. Padahal, kejadian serupa pernah terjadi Februari 2018 silam. 4 Penambang tewas terkubur longsoran tanah dan pasir di kawasan Sungai Ngobo, aliran sungai lahar Gunung Kelud.
"Ini bukan pertama kalinya, sebelumnya Bulan Februari silam, 4 orang penambang tewas akibat longsoran pasir dan tanah, penambang ini bandel mereka tidak mengindahkan himbauan BPBD terkait bahaya dan keselamatan mereka sendiri," kata Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha saat dihubungi detikcom.
Pihaknya bersama anggotanya sering melakukan sosialisasi di sekitar lokasi penambangan pasir. Belasan papan imbauan bertuliskan" 'Awas Longsor', 'Bahaya Longsor' dan lainnya tidak dihiraukan penambang pasir.
"Sudah berulang kali kami melakukan imbauan dan sosialisasi, namun apa daya penambangan pasir tersebut di luar kuasa BPBD, semua berada di wilayah Propinsi Jawa Timur," pungkasnya.
Saksikan juga video ' Tebing Longsor Timbun Garasi Warga ':
(fat/fat)











































